MOMENT OF TRUTH (2)

 

Ada dua moral yang perlu dipelajari yang berkaitan dengan konteks MOT dan kepuasan pelanggan. Pertama, setiap perusahaan harus tahu persis setiap MOT yang terjadi selama proses pelayanan. Kedua, apakah pelanggan lebih mengharapkan standarisasi pelayanan atau pelayanan yang bersifat  personal?

Dalam tulisan terdahulu kita telah mendiskusikan bahwa ada tiga macam  Moment of Truth  yang terjadi  dalam suatu pelayanan, yaitu remote MOT, human MOT dan telepon MOT. Remote MOT adalah  interaksi antar pelanggan dengan penyedia jasa tanpa melibatkan faktor manusia. Membeli Coca Cola melalui mesin atau menarik uang melalui ATM adalah contoh dari remote MOT. Human MOT merupakan interaksi antara pelanggan dan penyedia pelayanan di mana terdapat elemen manusia  dalam interaksinya. Adapun telepon MOT berada di antara kedua jenis MOT sebelumnya di mana masih terdapat human  factor  proses interaksi dengan pelanggan.

Keseluruh jenis MOT ini mempunyai potensi untuk memberikan kepuasan pelanggan. Yang kritikal  bagi perusahaan adalah mengetahui target pasar dan apa yang menjadi harapan mereka. Bagaimana cara perusahaan bisa mengetahuinya?

Pelanggan yang lebih mementingkan pelayanan standar, konsisten, tidak ada elemen kejutan dan mempunyai tingkat kehandalan yang tinggi, akan memilih remote MOT. Mereka akan lebih senang menarik uang melalui ATM, membeli tiket melalui mesin atau fasilitas on-line. Sebaliknya, para lansia yang gagap teknologi, kurang menyukai jenis MOT ini. Tak mengherankan jika kita melihat hanya sedikit  nenek-nenek atau kakek-kakek yang antri di ATM.

Telepon MOT seringkali memberikan solusi untuk kedua pola MOT ini. Pelayanan yang diberikan lebih kompleks dibandingkan dengan remote MOT. Dalam hal ini, keramahan petugas dan kemampuan untuk menjawab pertanyaan pelanggan akan sangat mempengaruhi kepuasan pelanggan. Pelayanan  informasi seperti pada Jasa 108 dari Telkom adalah salah satu jenis pelayanan yang sangat potensial dalam menggunakan MOT ini.

Ada dua moral yang perlu dipelajari yang berkaitan dengan konteks MOT dan kepuasan pelanggan. Pertama, setiap perusahaan harus tahu persis setiap MOT yang terjadi selama proses pelayanan. Perusahaan penyedia jasa perlu menentukan manakah MOT yang kritikal dalam menentukan  kepuasan pelanggan dan manakah yang relatif kurang berpengaruh.

Kedua, apakah pelanggan lebih mengharapkan standarisasi pelayanan atau pelayanan yang bersifat  personal? Jawaban atas pertanyaan ini akan menentukan MOT yang harus dipilih oleh perusahaan. Hal ini sungguh vital dalam memberikan arah terhadap investasi perusahaan, yaitu apakah harus investasi  untuk pembelian mesin, membuat call center atau memperbanyak jumlah customer service. Kesalahan dalam mengambil keputusan akan memperkecil peluang untuk dapat meningkatkan kepuasan  pelanggan. (radix, frontier - 10 prinsip kepuasan pelanggan)

 

  [ back to main ]