Melanjutkan pembahasan pengenalan risiko-risiko dari berbagai
tipe-tipe kapal ditinjau dari aspek-aspek underwriting marine
hull dimana telah kita bahas jenis kapal tanker dan kapal
pengangkut barang, sekarang kita akan membahas risiko-risiko
yang dimiliki oleh jenis kapal pengangkut penumpang.

Kapal jenis ini dibentuk atau memiliki desain rangka multi deck
dengan struktur deck yang didesain khusus untuk mengangkut
penumpang atau disediakannya bentuk kabin-kabin untuk akomodasi
penumpang yang diangkutnya. Kapal-kapal penumpang yang
memiliki kapasitas angkut besar dan daya jelajah kapal cukup
luas kebanyakan akan memiliki kontruksi kapal terbuat dari besi
atau baja (steel). Baja memiliki kelebihan dari besi
karena sifat ductile-nya yaitu bahan ini tidak akan
berubah bentuk karena faktor alam (dingin atau panas) dan tidak
terjadi keretakan bila terjadi perlakuan. Sifat lainnya adalah
weld ability dimana baja mempunyai sifat tidak menurunnya
derajat kekenyalan serta stabilitas dan kekuatan tarik dari
logam yang akan dilas, sehingga hasil pengelasan akan sempurna
karena logam electrode (logam penyambung) dapat bersatu dengan
baik dengan logam dasarnya. Sistem kekedapan kapal terhadap air
hampir dikatakan sempurna dan kapal selalu menghadapi beban
dinamis baik saat berlayar ataupun tidak. Namun demikian
walaupun bahan ini memiliki karakteristik yang baik ada juga
kekurangannya yaitu masalah korosi.
Selain dari besi, bahan fibreglass juga banyak digunakan,
terutama pada kapal yang berkapasitas kecil dan daya jelajah
yang tidak terlalu luas seperti kapal ferry dan kapal pesiar
(yacht). Kapal ini dibuat dari serat fiber yang dibentuk
pada suatu cetakan tertentu. Sifat bahan kontruksi ini adalah
mudah getas dibanding dengan baja, oleh karena itu sangat
berbahaya jika kapal menabrak karang yang mengakibatkan kapal
menjadi pecah. Fibreglass tentunya tidak menghadapi masalah
dengan korosi disamping itu pemeliharaanya sangat mudah dan
warnanya lebih bervariatif dan menarik dibanding baja.
Adapun jenis-jenis kapal angkutan penumpang adalah sebagai
berikut :
Ferry
Kapal ini didesain hanya untuk mengangkut penumpang dimana
terdapat kabin-kabin untuk akomodasi penumpang. Kapal jenis ini
biasanya digunakan untuk angkutan linier antar pulau ke pulau.
Passenger/Roro Cargo
Kapal ini didesain tidak hanya untuk mengangkut penumpang tetapi
didesain pula dengan tambahan deck pada rangka kapal untuk
mengangkut berbagai jenis kendaraan bermotor dengan tambahan
pintu (bow/ramp door) sebagai akses keluar masuk
kendaraan.
Kapal Pesiar (Yacht Vessel)
Kapal ini biasanya didesain dengan kontruksi fibreglass karena
mudah dibentuk dan dengan daya jelajah yang tidak cukup luas dan
hanya digunakan untuk pribadi pada kegiatan wisata atapun
memancing.
Secara umum jenis kapal pengangkut penumpang ini relatif aman
karena menyangkut keselamatan jiwa penumpang kapal. Sesuai
ketentuan SOLAS (Safety of Life At Sea) dalam kapal biasanya
terdapat system automatic close untuk pintu-pintu kedap
antar kompartemen. Jika terjadi kebocoran pada hull maka untuk
mencegah tersebarnya air ke kompartemen lain maka ABK akan
mengaktifkan sistem tersebut.
Jarang sekali terjadi klaim yang bersifat total loss justru
sebaliknya akan banyak terjadi klaim partial loss terutama
disebabkan oleh collision/contact dengan jetty atau
benda-benda lain dan juga kerusakan pada mesin-mesin kapal. Hal
ini disebabkan kapal tersebut selalu mobile berlayar dan
tidak lama berlabuh di pelabuhan sehingga mesin terus menerus
dioperasikan. Dari pengalaman tersebut merupakan suatu tuntutan
bagi seorang underwriters untuk menentukan term & condition yang
sesuai untuk dituangkan ke dalam perjanjian polis.
(warna)
[
back to main
]