BAGAIMANA MEMBUAT BISNIS ASURANSI KESEHATAN ANDA  

EFEKTIF DAN EFISIEN DIPASARKAN SERTA MENGUNTUNGKAN

 

PLAN DESIGN – Pertanyaan Kedua Apa jenis manfaat yang ingin ditawarkan ? 

Apakah perusahaan asuransi dapat mengakomodasi semua jenis manfaat yang mereka terima saat ini? Apakah diperlukan batasan–batasan tentang jenis manfaat atau bahkan lebih luas dibanding manfaat yang ada saat ini?

 

Setelah diperoleh informasi dari pertanyaan pertama mengenai apa saja jenis manfaat yang tersedia atau yang didapat oleh tertanggung saat ini, maka dapat ditarik suatu gambaran manfaat apa yang dapat ditawarkan kepada calon tertanggung. Apakah perusahaan asuransi dapat mengakomodasi semua jenis manfaat yang mereka terima saat ini atau tidak? Apakah diperlukan batasan–batasan tentang jenis manfaat atau bahkan lebih luas dibanding manfaat yang ada saat ini? Hal–hal inilah yang akan dikaji pada tulisan kali ini.

 

Pada pertanyaan kedua dalam Plan Design ini, lebih ditekankan kepada kesiapan perusahaan asuransi dalam mengakomodasi apabila manfaat yang diinginkan calon tertanggung lebih luas dibanding manfaat standar yang dimiliki perusahaan asuransi tersebut.

 

Pertama, apakah sistem adminitrasi dapat menangani manfaat–manfaat baru ini? Bagian administrasi tidak mungkin melakukan penanganan administrasi secara manual. Jika telah dimulai secara manual, mereka akan selalu terjebak untuk mengakomodasi manfaat–manfaat baru dalam menutup bisnis-bisnis baru di masa datang secara manual pula. Hal ini akan menjadi masalah besar nantinya, khususnya saat penanganan klaim dan renewal. Namun apabila mereka tidak dapat mengakomodasi manfaat–manfaat baru tersebut, tentunya mereka akan kehilangan bisnis. Disinilah perlunya pengambilan keputusan strategis oleh para decision maker di perusahaan asuransi. Mereka dapat mempertimbangkan dari sisi proyeksi bisnis ini ke depan dengan melihat seberapa besar premi dan hasil underwriting bersih yang akan mereka terima dibanding biaya yang harus mereka keluarkan untuk pengembangan sistem informasi produk tersebut.  

 

Kedua, apakah penanganan klaim dapat dilakukan secara efisien? Perlu dipikirkan apakah klaim dari jenis–jenis manfaat baru tersebut dapat dikontrol dengan baik, terstruktur dan efisien. Bila tidak hal ini akan membawa perusahaan asuransi ke arah kebangkrutan karena akan berdampak kepada kelangsungan bisnis (proses renewal) dari tertanggung.

 

Ketiga, apakah jenis–jenis manfaat yang ditawarkan oleh kompetitor? Program asuransi yang ditawarkan oleh kompetitor merupakan masukan yang sangat berarti dan layak dipertimbangkan. Dalam prakteknya, kebanyakan perusahaan asuransi berusaha melakukan perubahan–perubahan manfaat dan premi, apabila kompetitor–kompetitor lain memberikan manfaat–manfaat yang lebih luas dan komprehensif. Sebenarnya, inilah yang membuat produk–produk asuransi kesehatan yang dipasarkan oleh perusahaan asuransi keluar dari jalur standar mereka. Pertimbangan–pertimbangan untuk merubah manfaat polis, seharusnya tidak dilakukan membabi buta, perlu pemahaman dan analisa akan karakteristik–karateristik dari masing–masing item benefit (manfaat) yang ada dalam produk asuransi kesehatan tersebut. Keunggulan bersaing dari perusahaan baik dari sisi keuangan dan pelayanan yang diberikan perlu ditonjolkan, bukan hanya dari sisi manfaat polis dan premi yang rendah.

 

Keempat, apakah manfaat yang diberikan kepada calon tertanggung sudah memenuhi kebutuhan (tujuan) mereka? Karena setiap produk yang ditawarkan kepada tertanggung dapat saja belum memenuhi kebutuhan dan keinginan calon tertanggung, walaupun menurut pandangan perusahaan asuransi, produk tersebut sudah sangat baik dan kompetitif. Kepekaan perusahaan asuransi dalam perancangan produk (plan design) sangat dibutuhkan, tentunya dengan seluruh informasi dan masukan–masukan dari field underwriter (agen).

 

Setelah semua pertanyaan–pertanyaan tersebut sudah dijawab dan diinventarisasi, dapat ditarik suatu kesimpulan sementara mengenai jenis–jenis manfaat apa yang tepat dirancang bagi calon tertanggung tersebut. Untuk selanjutnya seorang perancang produk dari perusahaan asuransi akan masuk kepada pertanyaan ketiga dimana, mereka harus tahu mengenai anggaran dan rencana keuangan calon tertanggung. Pembahasan untuk pertanyaan ketiga, akan diuraikan pada tulisan berikutnya. (Rinaldi)

  [ back to main ]