BAGAIMANA MEMBUAT BISNIS ASURANSI KESEHATAN ANDA EFEKTIF DAN EFISIEN DIPASARKAN SERTA MENGUNTUNGKAN

PLAN DESIGN – Pertanyaan Pertama

Apa saja jenis manfaat yang tersedia bagi calon tertanggung pada saat ini ?

Produk asuransi kesehatan dapat dipasarkan oleh perusahaan asuransi jiwa maupun perusahaan asuransi kerugian. Salah satu faktor mengapa bisnis asuransi kesehatan ini mulai banyak dipasarkan oleh perusahaan asuransi, karena produk ini cukup memberikan kontribusi premi yang cukup besar.

Di Indonesia, pasar asuransi kesehatan sudah semakin ramai dipasarkan oleh perusahaan asuransi. Memang, produk asuransi kesehatan dapat dipasarkan oleh perusahaan asuransi jiwa maupun perusahaan asuransi kerugian. Salah satu faktor mengapa bisnis asuransi kesehatan ini mulai banyak dipasarkan oleh perusahaan asuransi, karena produk ini cukup memberikan kontribusi premi yang cukup besar. Program rawat inap dengan Room & Board Rp. 60.000,- per hari serta batasan klaim per tahun Rp. 50 juta, dikenakan premi bagi pria dewasa lebih kurang sebesar Rp. 800,000,- per orang, sedangkan bagi wanita dewasa, tarif premi akan lebih besar lagi. Akan tetapi, besarnya premi ini tidak diikuti dengan besarnya keuntungan yang dapat diraup oleh kebanyakan perusahaan asuransi. Klaim asuransi kesehatan, memang masih sangat tinggi. 

Pada tulisan kali ini, akan dibahas tentang aspek–aspek teknis yang dapat dilakukan agar bisnis asuransi kesehatan yang dikelola oleh perusahaan asuransi dapat dipasarkan secara efektif dan efisien serta dapat memberikan keuntungan. Kali ini akan dibahas mengenai Aspek Plan Design (Perancangan Produk), dimana aspek ini merupakan proses awal sebelum produk tersebut dipasarkan oleh armada penjualan (sales force).

Sebelum menyusun dan membuat suatu kerangka kasar dari suatu produk asuransi kesehatan, ada sejumlah pertanyaan–pertanyaan teknis yang harus lebih dulu dijawab oleh bagian–bagian terkait dalam perusahaan asuransi. Pertanyaan ini akan memberikan gambaran yang cukup jelas, sehingga produk yang akan dipasarkan akan tepat guna dan tepat sasaran. Pertanyaan pertama adalah Apa saja jenis manfaat yang tersedia bagi calon tertanggung pada saat ini? Pertanyaan ini dilanjutkan dengan mempertanyakan: apakah benefit yang diterima calon tertanggung tersebut sudah cukup serta memenuhi kebutuhan para karyawan calon tertanggung? Pertanyaan ini penting dilontarkan agar bagian pengembangan produk perusahaan asuransi mengetahui manfaat apa saja yang dapat ditawarkan kepada calon tertanggung dengan berpatokan kepada manfaat yang sudah mereka terima saat ini.

Tentunya produk yang akan ditawarkan akan memilki standar minimum manfaat sesuai dengan manfaat yang mereka terima selama ini. Dengan mengetahui tingkat dan jenis–jenis manfaat yang sudah dan sedang diterima oleh calon tertanggung, tentunya perusahaan asuransi sudah berhasil dalam memperpendek jangka waktu penutupan polis dengan calon tertanggung. Bagian pengembangan produk, tentunya tidak perlu pusing atas revisi–revisi manfaat yang disampaikan oleh bagian pemasaran. Pertanyaan pertama merupakan pertanyaan dasar dalam merancang produk asuransi kesehatan secara efektif dan efesien, serta lebih menyorot kepada kebutuhan dan keinginan karyawan calon tertanggung. Untuk itu pertanyaan selanjutnya merupakan pertanyaan yang menggali dari sisi calon tertanggung atau pemberi kerja. Pembahasan untuk pertanyaan kedua, akan diuraikan pada tulisan berikutnya.

 

  [ back to main ]