Listrik adalah
salah satu bentuk energi. Banyak peristiwa-peristiwa listrik
terjadi di seluruh alam ini, di antaranya adalah kilat/petir.
Kilat/petir yaitu bunga api listrik tegangan tinggi yang terjadi
di atmosfer bumi sebenarnya adalah pembebasan energi listrik.
Kilat biasa terjadi ketika hujan badai disertai guntur dan
kadang-kadang pada badai salju, badai debu, letusan gunung
berapi, serta pada ledakan nuklir.
Kilat yang
terjadi ketika hujan badai berasal dari muatan listrik yang
timbul dari aliran udara di dalam awan. Perbadaan penimbunan
muatan listrik membangkitkan kilatan petir dalam awan, antara
gumpalan awan yang satu dengan yang lain atau antara awan dengan
bumi. Kilat biasanya terjadi pada ketinggian sekitar 10 km dan
menimbulkan lima sampai sepuluh kilatan dalam satu menit, namun
sebagian besar tidak terlihat karena terjadi di dalam awan.
Adakalanya kilat
mencapai bumi dan dapat menimbulkan kebakaran, luka-luka atau
menyebabkan maut kepada manusia. Salah
satu sifat dari muatan listrik adalah saling tarik menarik
antara muatan positif dan negatif. Sifat ini digunakan alat
penangkal petir untuk menarik petir dan menyalurkannya ke tanah
sebelum petir tersebut menyambar bangunan. Ada
beberapa macam alat penangkal petir yang biasa digunakan, yaitu:
a. Franklin
Rod, alat ini
berupa
kerucut tembaga dengan daerah perlindungan berupa kerucut
imajiner dengan sudut puncak 112O . Agar daerah
perlindungan besar, Franklin rod dipasang pada pipa besi (dengan
tinggi 1-3 meter). Makin jauh dari Franklin rod makin lemah
perlindungan di dalam daerah perlindungan tersebut. Franklin rod
dapat dilihat berupa tiang-tiang di bubungan atap bangunan.
b. Faraday
Cage, Untuk mengatasi kelemahan Franklin Rod karena adanya
daerah yang tidak terlindungi dan daerah perlindungan melemah
bila jarak makin jauh dari Franklin Rod-nya maka dibuat system
Faraday Cage. Faraday Cage mempunyai sistem dan sifat seperti
Franklin Rod, tapi pemasangannya di seluruh permukaan atap
dengan tinggi tiang yang lebih rendah.
c.
Ionization Corona
Sistem ini
bersifat menarik petir untuk menyambar ke kepalanya dengan cara
memancarkan ion-ion ke udara. Kerapatan ion makin besar bila
jarak ke kepalanya semakin dekat. Pemancaran ion dapat
menggunakan generator listrik atau batere cadangan (generated
ionization) atau secara alamiah (natural ionization).
Area perlindungan sistem ini berupa bola dengan radius mencapai
sekitar 120 meter dan radius ini akan mengecil sejalan dengan
bertambahnya umur. Sistem ini dapat dikenali dari kepalanya yang
dikelilingi 3 bilah pembangkit beda tegangan dan dipasang pada
tiang tinggi.
d. Radioaktif
Meskipun
merupakan sistem penarik petir terbaik, namun sudah dilarang
penggunaannya karena radiasi yang dipancarkannya dapat
mengganggu kesehatan manusia. Selain itu sistem ini akan
berkurang radius pengamanannya bersama waktu sesuai dengan sifat
radioaktif.
Petir yang
ditarik kemudian disalurkan ke dalam tanah. Macam-macam
konduktor yang dapat digunakan untuk mengalirkan energi petir ke
tanah serta karakteristik utamanya adalah steel frame (rawan
terhadap putus/gagal sambungan yang menyebabkan loncatan petir
dan adanya arus induksi di sekeliling arus petir), bare
copper (ada arus induksi di sekeliling arus petir), dan
coaxial cable (arus induksi disekap di dalam cable)
Sedangkan untuk
grounding terminal, dapat berupa batang tembaga, lempeng
tembaga atau kerucut tembaga, semakin luas permukaan terminal
dan semakin rendah tahanan tanah, maka semakin baik sistem
pentanahannya.
(Gadis)
[
back to main
]