Secara
sederhana proses pembuatan kertas dimulai dengan menguliti bahan
baku kertas, yaitu kayu gelondongan dengan menggunakan mesin
debarker. Kemudian kayu tersebut dipotong-potong ke dalam ukuran
yang kecil (kurang lebih ¼ inchi) di dalam chipper.
Potongan-potongan kayu tersebut lalu dimasak bersama-sama sodium
sulfide, sodium carbonate, dan sodium hidroksida di dalam
digester untuk mendapatkan pulp atau bubur kertas.
Pulp kemudian dibersihkan dan diputihkan di dalam bleacher
dan selanjutnya diaduk dengan bahan-bahan aditif seperti bahan
pencelup, lem, resin, dan kanji di dalam beater untuk
menghasilkan furnish. Setelah itu furnish masuk ke
dalam finishing roll melalui Fourdrinier machine
untuk diproses menjadi continuous sheet of paper.
Dilihat dari prosesnya maka risiko kebakaran pada pabrik kertas
cukup besar karena banyaknya bahan baku yang combustible
seperti kayu, residu serta hasil akhirnya sendiri yaitu kertas
serta terdapat proses yang menggunakan bahan kimia yang mudah
terbakar seperti dalam proses digesting, bleaching & beating.
Untuk menghindari dan mengurangi kerugian akibat kebakaran
beberapa hal yang harus diperhatikan adalah pabrik seperti
lay-out pabrik yang baik, pemeliharaan dan inspeksi mesin-mesin
secara rutin, memilki Fire Protection Equipment yang memadai dan
terpelihara mulai dari hydrant, alarm, sprinkler dan portable
FEA serta harus memiliki akses yang bagus untuk Regu Pemadam
Kebakaran milik Pemda dan harus memiliki Regu PMK sendiri yang
terlatih.
(Yusas)
[
back to main
]