Lobang Keenam:

pendelegasian KEPUTUSAN PRICING yang tidak tepat

Lobang keenam atau lobang terakhir dari uraian lobang–lobang kegagalan dalam pricing, yaitu tidak tepatnya pendelegasian dalam membuat keputusan pricing. Ini merupakan suatu aksioma, di mana suatu target keuntungan yang dicanangkan oleh perusahaan mempersyaratkan koordinasi dari bagian actuarial, underwriting, pemasaran dan fungsi–fungsi klaim. Perusahaan asuransi yang memilki kelemahan dalam rangkaian proses keputusan pricing sering mengizinkan satu atau dua dari empat fungsi tersebut untuk mendominasi keputusan. Jalan untuk untuk mencegah ketidakselarasan ini adalah disepakatinya suatu keputusan akhir pricing oleh senior eksekutif, terutama CEO (Chief Executive Officer).

CEO tidak perlu dilibatkan dalam pengembangan dari rincian masing–masing proposal yang disampaikan oleh bagian–bagian terkait, akan tetapi seharusnya diinformasikan secara lugas dan singkat akan adanya suatu pengaruh dari aksi tarif yang berkontemplasi terhadap pelanggan, ekspektasi keuntungan (kerugian) dengan munculnya tarif baru, dan beberapa penyesuaian yang perlu dilakukan baik dari bagian underwriting dan pemasaran untuk membawa hasil yang diharapkan dalam satu garis rencana operasi.

Dengan adanya koordinasi dan komunikasi yang efektif di semua bidang yang terkait, tentunya tujuan akhir akan dapat dicapai dengan sempurna. Salah kaprah selama ini, bahwa pricing merupakan suatu rangkaian proses yang hanya dikuasai oleh bagian aktuaria dan underwriting, tentunya sudah tidak perlu lagi terjadi. Seluruh unit terkait dalam proses keputusan pricing. Oleh karena itu, CEO tidak perlu ragu lagi dengan suatu keputusan pricingnya.

Dari keenam lobang–lobang kegagalan dalam proses pricing yang pernah diuraikan sebelumnya, tentunya dapat memberikan suatu gambaran yang jelas kepada praktisi–praktisi asuransi, baik asuransi jiwa maupun kerugian agar suatu keputusan pricing yang dibuat sangat efektif dan efisien. Mulailah dengan menutup satu persatu lobang–lobang kegagalan tersebut.

   [ back to main ]