Black Box pada Kendaraan Bermotor

Selama ini kita mengetahui bahwa black box adalah suatu alat pada pesawat terbang untuk mencatat detail data penerbangan sehingga jika terjadi kecelakaan akan dapat ditelusuri penyebabnya. Namun pada perkembangan terakhir black box juga dipasang pada kendaraan bermotor dengan fungsi yang sama pada pesawat terbang.

Contoh perusahaan otomotif yang memberikan fasilitas black box pada produknya adalah General Motor (GM). Fasilitas black box yang terdapat pada semua mobil buatan GM yang mulai dikembangkan tahun 1999 tersebut menjadi satu dengan fasilitas air bag dan dinamakan The Air Bag Sensing and Diagnostic Module. Modul ini terdiri dari accelerometer, filter dan microcomputer yang akan merekam dan menyimpan semua data 5 detik sebelum terjadinya kecelakaan. Data-data yang disimpan antara lain kecepatan dan percepatan kendaraan, pengapian, putaran mesin (rpm), posisi rem, status seat-belt serta kondisi air bag.

Kategori pencatatan pada black box tergantung dari jenis kecelakaan mobil. Modul pencatatan kategori pertama adalah kecelakaan yang mampu menghidupkan sensor algoritma air bag (black box) tapi dianggap belum terlalu parah untuk membuat air bag terbuka/terkembang. Data yang tersimpan adalah data sebelum dan sesaat setelah terjadinya kecelakaan.  Modul kategori pertama ini hanya dapat menyimpan satu kali kejadian dan akan terhapus bila terjadi kecelakaan yang setara atau catatan tersebut akan hilang dengan sendirinya setelah 250 kali kendaraan dihidupkan.

Modul pencatatan kategori kedua adalah kecelakaan yang lebih parah dari kategori pertama sehingga membuat air bag terbuka/terkembang.  Data kecelakaan kategori kedua ini akan secara permanen tersimpan dalam black box dan tidak dapat dihapus.

Pembacaan data-data kecelakaan pada black box tergantung dari jenis kendaraannnya.  Jika kendaraan sudah menggunakan sistem elektrikal dalam pengoperasiannya maka pembacaan dapat dilakukan dengan menghubungkan black box dengan suatu alat yang dinamakan the vehicle’s diagnostic link connector yang terdapat di bawah dashboard.  Sedangkan untuk kendaraan yang tidak menggunakan sistem elektrikal maka data harus diakses dan ditransfer terlebih dahulu melalui konektor khusus.

Dengan adanya fasilitas black box pada kendaraan bermotor maka penyebab terjadinya kecelakaan dapat diketahui secara lebih akurat sehingga pihak asuransi dapat mengetahui dan menganalisa apakah penyebab tersebut dijamin oleh polis. Disamping itu mungkin dengan adanya alat ini moral hazard pada asuransi kendaraan bermotor dapat  lebih diminimalkan. 

Yusas, (sumber: Best’s Review Magazine)  

 

           

  [ back to main ]