Beberapa perusahaan asuransi
dengan pengaturan proses keputusan pricing yang minim, tidak
mempunyai rencana operasi atau persiapan suatu rencana operasi
pada permulaan tahun dan mengabaikan rencana operasi ini,
tentunya sudah dapat ditebak apa yang akan mereka peroleh di
akhir tahun nanti.
Lobang kelima dari kegagalan dalam
melakukan proses pricing adalah rencana operasi yang dibuat
tidak secara aktif digunakan sebagai alat manajemen dalam
mencapai tujuannya. Beberapa perusahaan asuransi dengan
pengaturan proses keputusan pricing yang minim, tidak mempunyai
rencana operasi atau persiapan suatu rencana operasi pada
permulaan tahun dan mengabaikan rencana operasi ini, tentunya
sudah dapat ditebak apa yang akan mereka peroleh di akhir tahun
nanti. Rencana operasi dapat dituangkan dalam bentuk kebijakan –
kebijakan yang akan dilakukan di tahun mendatang. Kebijakan yang
paling kritis adalah mengenai keputusan dalam proses pricing.
Harga premi yang dibentuk dan disepakati bertujuan untuk
merespon atas hasil underwriting tahun sebelumnya atau dalam
rangka memenuhi kebutuhan pasar saat ini, bahkan tidak jarang
untuk meredam (mengakomodasi secara optimal) keluhan – keluhan
yang datang dari departemen pemasaran sehubungan dengan posisi
perusahaan di pasar.
Dalam menuangkan rencana operasi
yang dapat diukur efektifitas dan efisiensiya, bukanlah suatu
pekerjaan mudah. Ada beberapa usaha yang dillakukan untuk
memperketat ketentuan underwriting, atau adanya kemungkinan
diperkenalkan suatu produk baru yang diharapkan akan mendongkrak
sisi kompetisi perusahaan di dalam pasar. Hal yang cukup sering
terjadi adalah tindakan – tindakan semacam ini, tidak pernah
disosialisasikan secara baik serta jarang diukur seberapa besar
pengaruhnya akan pencapaian hasil. Jika keuntungan aktual yang
diperoleh pada akhir tahun mencapai target, tentunya akan timbul
suatu analisa kolektif yang komprehensif agar target untuk
periode berikutnya dapat diraih kembali dan tentunya akan lebih
baik dibandingkan dengan saat ini.
Meskipun kondisi pasar yang cukup
keras dan dalam suasana yang sangat kompetetif, rencana operasi
ini tetap harus dievaluasi dan disesuaikan. Kebijakan dalam
proses pricing dan perencanaan perusahahaan merupakan suatu hal
yang saling mendukung satu sama lain. Jika kondisi pasar
menghalangi pencapaian tujuan – tujuan keuntungan tersebut ,
maka melalui aktivitas – aktivitas pricing dapat dilakukan
beberapa penyesuaian dan perluasan yang dapat dikoordinasikan
serta diatur kembali, jika seorang pengambil keputusan
mengetahui sejauh mana harga tersebut melenceng dan segera
dibuat suatu usaha untuk mengkuantifikasi pengaruh ini. Proses
ini harus dilakukan secara melingkar, agar semua variable –
variable pengaruh dapat dianalisa dengan teliti, untuk
menentukan apakah variable – variable tersebut masih memberikan
pengaruh atau sudah dapat diabaikan. Semakin banyak menggunakan
variable pengaruh, tentunya akan diperoleh suatu keputusan yang
sangat baik. Mulailah dengan menginvetarisasi variable –
variable pengaruh tersebut, agar rencana operasi yang dibuat
dapat efektif dilaksanakan. Selamat mencoba.
(Rinaldi)
[
back to main
]