Faktor risiko untuk mencegah terjadinya serangan
jantung dapat dibagi menjadi 2 golongan besar yaitu faktor
risiko yang dapat dikurangi,diperbaiki atau dimodifikasi dan
faktor yang bersifat alami atau tidak dapat dicegah.Kolesterol
tinggi dalam darah (hypercholesterolemia) termasuk salah satu
faktor risiko yang dapat dikurangi atau diperbaiki/dimodifikasi
Penyakit kardiovaskuler disebabkan oleh
terjadinya hambatan aliran darah pada arteri koroner yang
mensuplai darah ke otot-otot jantung. Faktor risiko (faktor yang
meningkatkan peluang untuk terkena suatu penyakit tertentu)
untuk mencegah terjadinya serangan jantung dapat dibagi menjadi
2 golongan besar yaitu faktor risiko yang dapat
dikurangi,diperbaiki atau dimodifikasi dan faktor yang bersifat
alami atau tidak dapat dicegah.
Kolesterol tinggi dalam darah
(hypercholesterolemia) termasuk salah satu faktor risiko yang
dapat dikurangi atau diperbaiki/dimodifikasi (faktor risiko
lainnya adalah tekanan darah tinggi, merokok, stress, obesitas,
kurangnya aktivitas fisik dll, dimana faktor risiko tersebut
saling terkait satu dengan yang lain).
Kolesterol sebenarnya adalah ‘substansi lilin‘
yang tersedia sebagai “pembentuk bangunan” dalam sel membran.
Dari segi ilmu kimia, kolesterol merupakan senyawa lemak
kompleks yang dihasilkan oleh tubuh untuk bermacam-macam fungsi
antara lain untuk memproduksi beberapa hormon, membuat asam
empedu, dan fungsi lainnya. Diperkirakan 2/3 dari seluruh
kolesterol yang ada dalam tubuh kita diproduksi oleh Hati.
Sisanya berasal dari makanan yang diserap oleh sistim pencernaan.
Sejauh pemasukan ini seimbang dengan kebutuhan tubuh, maka tidak
akan berpengaruh negatif. Tetapi kebanyakan dari kita memasukkan
kolesterol lebih dari apa yang diperlukan melalui makanan yang
mengandung lemak yang kaya akan kolesterol dalam jumlah yang
berlebihan.
Kolesterol yang bereaksi dengan zat-zat lain dan
mengendap di dalam pembuluh darah arteri dapat menyebabkan
penyempitan dan pengerasan pembuluh darah yang dikenal sebagai
aterosklerosis dan jika sampai mengganggu suplai darah ke
otot-otot jantung akan menimbulkan keluhan atau gejala-gejala
penyakit jantung.
Kolesterol dibawa melalui darah oleh lipoprotein.
Ada 5 jenis lipoprotein utama yaitu kilomikron (chylomicron),
VLDL-kolesterol, IDL-kolesterol, LDL-kolesterol dan
HDL-kolesterol.
LDL-kolesterol sering dinamakan ‘kolesterol jahat’
karena dapat mengendap di dinding arteri menjadi padat yang
terdiri dari campuran kalsium,zat pembeku dan lainnya yang
disebut plak (plaque). HDL-kolesetrol dianggap sebagai senyawa
yang memiliki kemampuan menjauhkan (membuang) kelebihan
kolesterol dari pembuluh darah arteri dan karenanya sering
disebut sebagai ‘kolesterol baik’.
Dr J Stamler dari Chicago USA menyebutkan bahwa
menjaga kadar kolesterol <200 mg/dl adalah cukup baik, tetapi
hasil penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa seringkali
penyakit jantung koroner mulai muncul pada kadar 160 mg/dl dan
pada 180 mg/dl dan meningkat drastis dengan kadar diatas 200
mg/dl. Perlu diperhatikan juga faktor risiko lainnya seperti
tekanan darah tinggi, merokok (salah satu penelitian menyebutkan
bahwa rokok dapat menurunkan kadar HDL-kolesterol atau
kolesterol baik dalam aliran darah) dll.
Angka indeks perbandingan (rasio)
total kolesterol terhadap HDL dapat merupakan petunjuk yang
berguna untuk menggambarkan risiko penyakit jantung koroner.
Idealnya rasio tersebut maksimal 4,5. Adapun tingkat HDL
dipertahankan diatas 40 mg/dl. Jadi meskipun kadar total
kolesterol berada pada tingkat yang diinginkan tetapi bila rasio
lebih dari 4,5, maka risiko terjadinya penyakit jantung koroner
dianggap masih tinggi.
Usaha - usaha untuk mengatasinya risiko tersebut:
a. Diet
Identifikasi jenis makanan yang
kaya akan kandungan kolesterol, kemudian kurangi konsumsinya
(diet) dengan membatasi kandungan lemak tidak melebihi 30% dari
total kalori dalam diet, membatasi masukan kolesterol maksimal
300 mg/dl perhari dll.
b. Mengkonsumsi
serat yang larut.
Ada beberapa jenis bahan makan
yang mempunyai khasiat menarik kolesterol dari dalam pencernaan
dan dikeluarkan bersama ampas/sisa makanan, misalnya jenis yang
mengandung serat yang larut (soluble fibre). Dengan demikian
kolesterol yang diikat oleh soluble fibre tersebut tidak sampai
ke dalam darah, sehingga tidak menambah kadar kolesterol dalam
darah.
c. Olahraga
rutin dan teratur.
Olahraga dapat mengurangi
beberapa faktor risiko terhadap penyakit jantung koroner
termasuk hipertensi, kolesterol tinggi (hypercholesterolemia),
diabetes mellitus dan obesitas.Disamping itu olahraga yang
teratur dapat juga mengubah faktor-faktor protektif kardio,
misalnya peredaran darah jantung yang membaik dan meningkatkan
kadar HDL-kolesterol
d.Obat-obatan.
Pemakaian obat adalah usaha
terakhir setelah diet dan olahraga tidak dapat mencapai
tujuannya.
Tentu saja efek obat tidak hanya positif tetapi
juga mempunyai efek samping negatif yang perlu dipertimbangkan.
Dalam memberikan pengobatan kita harus selalu memikirkan
keuntungan yang berarti dibandingkan dengan kemungkinan
timbulnya efek samping negatif.
Dengan uraian diatas kita dapat merasakan betapa
pentingnya cara hidup sehat mulai dilaksanakan. Ingat “mencegah
jauh lebih baik dibandingkan dengan mengobati”.
(Vyta)
[
back to main
]