Selama dua dasawarsa ini, drivers
dari kepuasan pelanggan ini tidak habis-habisnya dibahas.
Ribuan atau bahkan puluhan ribu artikel baik yang bersifat
teoritis maupun praktis mencoba mengulas drivers yang
menjadi kepuasan pelanggan.
Dunia bisnis
baik jasa maupun manufaktur tak henti-hentinya berkompetisi
untuk membuat pelanggannya tetap setia pada produknya dan tidak
berpaling ke produk lain. Salah satu kiat yang diyakini oleh
pemasar untuk meraih hal itu tak lain dengan mencipkan sistem
pelayanan pelanggan yang selalu mengarah kepada customer
satisfaction (kepuasan pelanggan). Kepuasan pelanggan
ditentukan oleh persepsi pelanggan atas performance
produk atau jasa dalam memenuhi harapan pelanggan. Pelanggan
merasa puas apabila harapannya terpenuhi atau akan sangat puas
jika harapan pelanggan terlampaui. Pertanyaan yang fundamental
adalah apa sebenarnya yang membuat pelanggan puas?
Selama dua dasawarsa ini, drivers dari
kepuasan pelanggan ini tidak habis-habisnya dibahas. Ribuan
atau bahkan puluhan ribu artikel baik yang bersifat teoritis
maupun praktis mencoba mengulas drivers yang menjadi
kepuasan pelanggan. Berdasarkan studi literatur dan pengalaman
menjadi konsultan berbagai perusahaan di Indonesia, Handi
Irawan D. MBA.Mcom, Marketing & Research Consultant dari
Frontier meyakini ada lima driver utama kepuasan
pelanggan.
Driver
Pertama adalah kualitas produk.
Pelanggan puas kalau
setelah membeli dan menggunakan produk tersebut, ternyata
kualitas produknya baik. Kualitas produk ini adalah dimensi
yang global dan paling tidak ada 6 elemen dari kualitas
produk, yaitu performance, durability, feature, reliability,
consistency, dan design.
Driver
kedua
adalah harga.
Untuk pelanggan yang
sensitif biasanya harga murah adalah sumber kepuasan yang
penting karena mereka akan mendapatkan value money yang
tinggi. Komponen harga ini relatif tidak penting bagi mereka
yang tidak sensitif terhadap harga. Kualitas produk dan
harga seringkali tidak mampu menciptakan keunggulan bersaing
dalam hal kepuasan pelanggan. Kedua aspek ini relatif
mudah ditiru. Dengan teknologi yang hampir standar, setiap
perusahaan biasanya mempunyai kemampuan untuk menciptakan
kualitas produk yang hampir sama dengan pesaing. Oleh karena
itu, banyak perusahaan yang lebih mengandalkan driver ketiga.
Driver
ketiga adalah kualitas pelayanan.
Kualitas pelayanan sangat
bergantung pada tiga hal, yaitu sistem, teknologi dan manusia.
Faktor manusia ini memberikan kontribusi sekitar 70%. Tidak
mengherankan, kepuasan terhadap kualitas pelayanan biasanya
sulit ditiru. Pembentukan attitude dan perilaku yang
seiring dengan keinginan perusahaan bukanlah pekerjaan mudah.
Pembenahan harus dilakukan mulai dari proses rekruitmen,
training, budaya kerja dan hasilnya baru terlihat selama 3
tahun. Konsep ini kualitas pelayanan diyakini mempunyai lima
dimensi yaitu reliability,
responsiveness, assurance, empathy dan tangible.
Driver
keempat
adalah Emotional Factor.
Kepuasan
pelanggan dapat timbul pada saat mengendarai mobil yang
memiliki brand image yang baik. Banyak jam tangan yang
berharga Rp. 200.000,00 mempunyai kualitas produk yang sama
baiknya dengan yang berharga Rp. 10 juta. Walau demikian,
pelanggan yang menggunakan jam tangan seharga Rp. 10 juta bisa
lebih karena emotional value yang diberikan oleh
brand dari produk tersebut. Rasa bangga, rasa percaya
diri, simbol sukses, bagian dari kelompok orang penting dan
sebagainya adalah contoh-contoh emotional value yang
mendasari kepuasan pelanggan.
Driver
kelima berhubungan dengan biaya dan kemudahan
untuk mendapat produk atau jasa.
Pelanggan akan semakin
puas apabila relatif mudah, nyaman dan efisien dalam
mendapatkan produk atau pelayanan. Banyak tertanggung mungkin
tidak puas dengan pelayanan di loket tempat pembayaran premi
yang jatuh tempo karena terdapat antrian yang panjang dan
lokasi tempat pembayaran yang jauh dari tempat tertanggung
bekerja. Tetapi, tingkat kepuasan terhadap produk dari
perusahaan asuransi tersebut secara keseluruhan relatif tinggi
karena persepsi terhadap total value yang diberikan
oleh perusahaan asuransi relatif lebih tinggi dibandingkan
dengan pelayanan asuransi pesaing. Customer value ini
banyak didukung oleh pelayanan saat terjadinya klaim. Proses
penyelesaian klaim yang tidak bertele-tele akan banyak mendukung
pencapaian customer value.
Dengan mengetahui kelima driver ini, tentulah
tidak cukup bagi perusahaan untuk merancang strategi dan
program peningkatan kepuasan pelanggan. Langkah berikutnya,
adalah mengetahui beberapa bobot masing–masing driver
dalam menciptakan kepuasan pelanggan. Ada beberapa industri
dimana faktor harga sangat penting, seperti industri yang
bersifat komoditas. Produk – produk seperti koran, tabloid
dan media cetak, kualitas produk sangatlah dominan. Apabila
bicara industri asuransi, hotel, rumah sakit atau perbankan,
maka kualitas pelayanan tentu sangat dominan.
Konstribusi driver ini juga dapat berubah
dari waktu ke waktu. Pada saat krisis, suku bunga adalah
komponen penting dalam mempengaruhi kepuasan konsumen jasa
perbankan. Saat ekonomi membaik dan tingkat suku bunga hampir
sama untuk semua bank, maka komponen kualitas pelayanan
menjadi driver kepuasan pelanggan yang paling penting.
Besarnya bobot setiap driver ini, relatif mudah
diketahui dengan melakukan survei pasar. Dalam survei,
pelanggan dapat ditanyakan secara langsung mengenai kepuasan
mereka dan tingkat kepentingan dari masing-masing driver
tersebut dalam mempengaruhi kepuasan mereka setelah
menggunakan produk atau jasa.
(Radix Yunanto)
[
back to main
]