Dalam suatu
rapat evaluasi program kerja perusahaan semua unit yang ada pada
perusahaan mengunggulkan unitnya masing-masing dengan mengatakan
“unit kamilah yang terpenting bagi perusahaan karena tanpa kami
bla…bla…”, tiba giliran internal audit ketika mengatakan
kamilah yang lebih penting dalam perusahaan, bila unit internal
audit tidak ada maka ….. nggak apa-apa dan perusahaan akan
lebih effisien (serentak semua unit menyela omongan sang
auditor).
Sangat ironis
memang bila hal itu terjadi pada Anda (internal auditor), namun
hal itu bisa saja terjadi bila keberadaan internal audit karena
hanya untuk memenuhi ketentuan dalam Peraturan Pemerintah (PP)
No. 12 tahun 1998 bagi BUMN yang berbentuk Perseroan Terbatas,
PP No. 13 tahun 1998 bagi BUMN yang berbentuk Perusahaan Umum
dan Anggaran Dasar organisasi bagi BUMS.
Peranan Internal
Auditor bagi Perusahaan
Juni 1999, The
Institute of Internal Auditors memberikan defenisi Internal
Audit sebagai berikut :
Internal Auditing is an independent, objective assurance and
consulting activity dessigned to add value and
improve an organization’s operations. It helps an organization
accomplish its objectives by bringing a systematic, disciplined
approach to evaluate the effectiveness of risk management,
control, and governance processes.
Arah
internal auditor bukan lagi sebagai watchdog tetapi
sebagai konsultan yang dapat memberikan nilai tambah (add
value) bagi operasional perusahaan. Dengan demikian peranan
internal auditor sangat diperlukan guna mencapai tujuan
perusahaan. Ibarat pertandingan sepakbola, internal auditor
bukan lagi sebagai wasit atau penjaga garis yang mengawasi
jalannya pertandingan (orang yang meniup pluit dan mencari-cari
kesalahan), akan tetapi sebagai anggota kesebelasan yang
membantu pencapaian tujuan perusahaan.
Dukungan
Manajemen
Penjabaran peran
Internal Auditor diatas tidak akan maksimal apabila tidak
mendapat dukungan dari manajemen (Direktur Utama). Model
dukungan manajemen secara sederhana (umumnya) sebagai berikut :
-
Secara fungsional, internal auditor melapor
kepada direktur utama dan secara administratif kepada dewan
komisaris.
-
Pada umumnya,
aktifitas audit berkaitan dengan masalah pengendalian
akuntansi (internal accounting
control).
-
Pembuatan program dan pembentukan staf internal
audit secara dekat oleh direktur utama.
-
Internal
Auditor memiliki tingkat kebebasan yang tinggi.
-
Laporan audit ditinjau secara terperinci oleh
dewan komisaris dan direktur utama.
Dalam model ini,
manajemen (direktur utama) merupakan pendukung fungsi audit yang
sangat aktif. Kebebasan internal auditor dari manajemen mungkin
saja diragukan, namun untuk tingkat di bawah direktur utama,
internal auditor memiliki tingkat kebebasan sangat tinggi, atau
bahkan sepenuhnya.
Model diatas
tidak menunjukkan realitas dalam perusahaan yang lebih besar
dimana dukungan manajemen terhadap internal auditor bersifat
kompleks dan dinamis, sejalan dengan lingkup pekerjaan internal
auditor yang semakin luas.
Ciri utama
perusahaan besar adalah luasnya tingkat tanggung jawab penting
yang didelegasikan sehingga banyak keputusan penting yang dibuat
dibawah tingkatan manajemen senior (direktur utama). Bila perlu
direktur utama hanya melakukan peninjauan terhadap keputusan
yang telah dibuat dan biasanya peninjauan tersebut bersifat
pengesahan.
Realitas yang
penuh kewenangan yang didelegasikan inilah yang harus dipahami
oleh internal auditor sehingga ia tidak hanya tergantung pada
direktur utama dan atau dewan komisaris; ia pun harus dapat
berhubungan secara efektif dengan pihak yang menerima
pendelegasian kewenangan tersebut.
Dukungan Komite
Audit
Berdasarkan
international best practices Komite Audit mempunyai tugas
dan tanggung jawab dalam bidang-bidang: pelaporan keuangan (financial
reporting), Corporate Governance, dan pengawasan
perusahaan (corporate control). Komite audit dan internal
auditor pada prinsipnya memiliki tujuan yang sama, sehingga
kerjasama yang baik diantara keduanya akan dapat membantu fungsi
pengawasan terhadap governance perusahaan. Hal ini tentu
saja dilakukan dengan tetap memelihara tanggung jawab
profesional serta independensinya masing-masing dalam melakukan
penilaian terhadap kinerja manajemen.
Dukungan komite
audit terhadap internal auditor berkaitan dengan hubungan
pelaporan terhadap kasus-kasus penyimpangan atau penyelewengan
yang dilakukan oleh manajemen pada tingkat senior (direktur
utama).
Dari uraian diatas dapat disimpulkan, bahwa peran
internal auditor tergantung pada diri internal auditor tersebut
dalam meningkatkan profesionalismenya guna memberikan nilai
tambah bagi pencapaian tujuan perusahaan dengan dukungan yang
penuh dari manajemen dan komite audit. Bagaimana dengan Anda
(Internal Auditor)? (alison)
[
back to main
]