|
Dalam asuransi
loss distribution merupakan hal yang sangat penting untuk
diketahui, karena dengan mengetahui loss distribution
maka kita memiliki kemungkinan untuk dapat memprediksi loss yang
akan terjadi di masa-masa yang akan datang.
Dalam membahas
loss distribution tersebut perlu kita ketahui kembali suatu
konsep dasar dalam statistika yang sangat berperan dalam
penentuan loss distribution tersebut yaitu fungsi
densitas yang merupakan penentu besar
probabilitas dari
suatu interval data, misalnya , dimana f(x) adalah fungsi densitas dari
variabel acak x.
Penentuan loss
distribution ini dilakukan dengan cara mencocokan kurva
fungsi densitas dari data loss dengan kurva fungsi densitas dari
distribusi-distribusi standard yang sudah kita kenal seperti :
distribusi normal, distribusi lognormal,
distribusi pareto, distribusi
weibull, distribusi gamma dll. Sedangkan fungsi
densitas itu sendiri diperoleh dengan cara penaksiran. Metode
penaksiran yang digunakan disini adalah penaksir kernel ,
yaitu sebagai berikut :
, dimana
x = suatu
nilai tertentu
Xi
= variabel
acak yang independent dan berdistribusi identik
n = besar
sampel (banyaknya data)
h = lebar
bandwith
K(.) = fungsi
kernel, yaitu fungsi yang mempunyai sifat :
dan K simetris terhadap titik 0.
Contohnya Gaussian Kernel : , -
¥
< u <
¥
Untuk menaksir
fungsi densitas dengan penaksir kernel perlu ditentukan lebar
bandwith yang terbaik yaitu nilai minimum antara hopt
dan hos , dimana hopt adalah nilai h yang
memaksimumkan :
Validasi Silang
Kulback Liebler

atau
Validasi Silang
Least Square

sedangkan hos
adalah suatu batas atas untuk h optimal dari kernel Gaussian
hos =
1.144sn-1/5
Lebar bandwith
terbaik inilah yang menjadi lebar bandwith yang digunakan untuk
menaksir fungsi densitas suatu data.
Setelah dengan
metoda kernel diperoleh taksiran fungsi densitasnya maka
langkah selanjutnya adalah mencari fungsi densitas standard mana
saja yang dapat dijadikan sebagai kandidat dari fungsi densitas
yang sebenarnya yaitu yang mempunyai kurva yang sesuai dengan
kurva dari taksiran fungsi densitas tadi. Dengan cara tersebut
akan diperoleh sekelompok kandidat-kandidat fungsi densitas,
yang dibutuhkan sekarang adalah suatu metode untuk menentukan
pilihan fungsi densitas yang paling tepat dari sekelompok
tersebut. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan uji
“Goodness of Fit”, antara lain sebagai berikut :
1.
Uji Kolmogorov-Smirnov
Misalkan akan
diuji :
Ho : 
H1 : tidak
demikian

Fn
adalah fungsi tangga sehingga untuk kontinu, maksimum tersebut akan diperoleh pada
titik lompatan xi atau . Kemudian nilai Dn akan
dibandingkan dengan nilai-nilai kritis berikut :
|
Tingkat Signifikansi Nilai Kritis |
|
0.20
1.07(n)-0.5
0.10 1.22(n)-0.5
0.05 1.36(n)-0.5
0.01 1.63(n)-0.5
|
Ho ditolak jika Dn
> nilai kritis
2.
Uji Ratio Likelihood
Jika fungsi
densitas yang satu lebih sederhana dari yang lain yaitu jika
yang satu mempunyai jumlah parameter lebih sedikit dari yang
lain maka digunakan Uji Ratio Likelihood kemudian dikoreksi
dengan “penalty”.
Ho : distribusi
yang lebih sederhana lebih baik (1)
H1 : distribusi
yang lebih kompleks lebih baik (2)
Statistik Uji
yang digunakan adalah :
~ 
dimana :
NLL : Negatif Log
Likelihood Negatif dari besarnya fungsi likelihood pada titik
maksimum
∆p =
Beda dari jumlah parameter pada 1 dan 2
Ho ditolak jika X2
> nilai tabel Chi Square
Schwartz
Bayesian Criterion (SBC)
Jika banyaknya
parameter pada fungsi densitas yang satu tidak sama dengan yang
lain maka Uji Ratio Likelihood digunakan tetapi perlu
ditambahkan penalty pada NLL kemudian
membandingkannya. Fungsi densitas yang mempunyai NLL paling
kecil adalah fungsi densitas yang dipilih.
Besarnya
penalty adalah : rlog(n/2p)
dimana r adalah banyaknya
parameter dan n adalah besar sampel.
Metode ini dikenal dengan
Schwartz Bayesian Criterion (SBC). Berdasarkan
uraian di atas maka dapat disimpilkan bahwa untuk mencari fungsi
densitas yang terbaik dapat dilihat dari :
- NLL (makin
kecil makin bagus)
- Nilai dari
Statistik Uji Kolmogorov Smirnov (makin kecil makin bagus)
Setelah diperoleh
satu fungsi densitas yang paling tepat dari beberapa kandidat
maka distribusi dari fungsi densitas tersebut merupakan
distribusi yang kita cari. Sebagai catatan bahwa untuk melakukan
perhitungan dengan metode-metode tersebut di atas diperlukan
batuan softwear statistik seperti S-Plus, FIT dan lain
sebagainya. (Nico/disadur dari bahan Seminar & Workshop Loss
Distribution di FMIPA UI tahun 2001).
|