|
Apakah mungkin memprediksi gempa?
Dari beberapa kali seminar yang ReINDO adakan kebayakan ahli
sependapat bahwa hampir tidak mungkin membuat prediksi gempa.
Bicara tentang prediski maka yang dimaksudkan di sini bukan
prediksi tempat tapi prediksi waktunya. Tempat dimana akan
terjadi gempa sudah dapat dipetakan dengan teliti. Tapi waktunya?
Baru – baru ini ilmuwan gempa di
Jepang mempublikasikan bahwa mereka merekam sinyal gelombang
elektromagnetik yang berbeda dari biasanya dua bulan sebelum
gempa terjadi.
Metode ini yang dikenal dengan nama
VAN method (singkatan dari tiga nama ilmuwan Greek : Varotsos,
Alexpoulos, Nomicos)yang mengusulkan bahwa gempa bumi dapat
diprediski waktu dan tempatnya, karena batuan yang sedang
mengalami stress akan memancarkan signal elektromagnetik yang
khas. Seperti kita sudah ketahui gempa terjadi akibat pelepasan
energi yang tiba – tiba dari batuan / lapisan bumi yang tertekan
/ bergeser.
Yang menjadi masalah dengan metode
ini adalah lemahnya sinyal gelombang elektromagnetik. Untuk
kasus gempa di Jepang tim peneliti dari Tokai University merekam
adanya anomaly gelombang elektromagnetik dan medan magnet bumi.
Dua bulan setelah rekaman tersebut gempa terjadi. Begitu
kecilnya sinyal yang harus direkam sehingga menyulitkan para
ilmuwan untuk menyaring sinyal tersebut. Mana yang berasal dari
sumber lain dan mana yang benar – benar berasal dari batuan yang
terkena stress.
Walaupun hasil yang mereka peroleh tampak sangat
meyakinkan sayang belum ada satu tim lain yang dapat mengulang
apa yang mereka dapatkan, sehingga sampai saat apa yang mereka
klaim belum dapat diterima oleh kalangan seismologist (kocu)
|