yang tersisa dari Underwriting…..

 

Dalam sebuah penerbitan, salah seorang praktisi yang juga petinggi pada salah satu perusahaan asuransi menyatakan bahwa sisi underwriting praktis sudah dikesampingkan  dan yang sangat menonjol adalah sisi marketing….  Saling banting (harga) bukan lagi sekadar rumours,  sehingga diperoleh harga serendah-rendahnya dengan cover seluas-luasnya…Sungguh ironis dengan prinsip kewajaran yang harus diterapkan dalam teori asuransi.  

Bagaimana melihat tolok ukur sebuah kewajaran?  Tentunya kita harus berpaling dan berkaca dari sejarah kelompok sebuah risiko yang dituangkan dalam bentuk statistik.   Tapi faktanya praktisi kita nyaris pula melupakan alat bantu ini demi pertimbangan “how to get the business”.    

Akhirnya fakta juga menunjukkan bahwa kita tidak mampu memupuk pundi-pundi premi yang membanggakan karena faktor tersebut… dan bertahan hidup dengan pas-pasan yang kadangkala mungkin sedikit diperlukan polesan.   Buntut-buntutnya untuk banyak hal kita masih tergantung dari pasar luar negeri yang dalam banyak hal juga membuat kita tidak punya “bargaining position” yang wajar dan kita dipaksa ikut kemauan mereka… 

Harga saja?  Bukan… masih banyak pertimbangan lain yang barangkali juga nyaris dilupakan.  Masihkah kita ingat dengan persoalan physical hazard? Klas dan jenis konstruksi misalnya…okupasi? 

Moral hazard?  Manajemen limbah?  Aha…. terlalu jauh barangkali.   Barangkali yang sangat dekat saja, masihkan ada kepedulian terhadap antara lain surrounding hazard, housekeeping,  keberadaan alat pemadam kebakaran,  manajemen, hubungan dengan pekerja dan sebagainya.   Barangkali bacaan yang disebut “survey report” adalah jenis bacaan yang mungkin sangat jarang kita “baca” dan hanya akan menjadi bagian manis dari tumpukan  dokumen yang menyangkut sebuah risiko. 

Yang pasti kita semua tahu akan semua hal-hal remeh yang disebutkan diatas, tetapi kita lupa untuk menerapkannya.   Mungkin sudah saatnya kita kembali melirik sedikit prinsip-prinsip underwriting dan perlahan-lahan kembali ke konsep kewajaran… itu juga kalau kita mau bertahan hidup seribu tahun lagi……

Serba serbi World Cup 2002 Korea Japan

Konon olah raga yang paling popular sejagad raya ini (ini juga dengan asumsi tidak ada makhluk cerdas lain di jagad ini)  berasal dari negara Inggris.   Wabah olah raga ini memang luar biasa membuat orang rela berduyun-duyun ke stadium hanya untuk melihat 22 orang berlari-lari plus wasit untuk memasukkan bola ke gawang lawan.   Celakanya menonton permainan ini tampaknya membuat hormon adrenalin sebagian orang meningkat tajam yang membuat orang sukar mengendalikan emosinya yang buntut-buntutnya membuat keributan dan vandalisme.   Di negara “mothers of football” , Inggris, keributan penonton khas sepakbola ini dikenal dengan istilah “hooligan” yang kadang-kadang bisa berkembang dan meluas.   Nah, pada ajang sepakbola dunia 2002 di Korea dan Jepang rupanya salah satu perusahaan asuransi di Korea menangkap peluang untuk mengeluarkan polis perlindungan terhadap  property yang biasanya menjadi sasaran para hooligan.  Polis ini khusus hanya mencover kerusakan akibat perbuatan  para hooligan yang disebut “policies against hooligan violence”. 

Tempat-tempat yang menjadi sasaran penjualan polis adalah hotel, restoran dan toko yang mana tempat-tempat tersebut merupakan faforit para hooligan ber”ole…….ole…ole…ole” sambil mabuk setelah pertandingan usai.  Menurut eksekutif perussahaan tersebut, sejak diluncurkan bulan September 2001 mereka menerima sekitar 200 telepon setiap hari sehubungan dengan produk tersebut dan telah dikeluarkan sekitar seribuan polis.  Lumayan……

Masih dari ajang pesta piala dunia 2002, bagi para penonton yang akan mengunjungi negera Jepang , telah dikeluarkan semacam peringatan yang disebut ”Insurance Warning”.  Intinya adalah bagi para turis / penonton sepakbola sangat disarankan untuk mengambil polis kecelakaan diri (Oversesas Traveller’s Personal Accident Policy) karena sangat mahalnya biaya pengobatan dan biaya rumah sakit di Jepang.  Ditekankan pula agar polis kesehatan dan kecelakaan diri tersebut diambil dengan pertanggungan yang memadai(Edy, www. FIFAworldcup.com)

[ back to main ]