|
|
|
Tak
dipungkiri bahwa telemarketing kini telah menjadi salah satu
tren pemasaran yang akrab dengan kehidupan kita. Industri
asuransi-pun sudah mulai mneggunakan pola marketing ini. Bukan
lagi pengalaman yang mengerankan kalau kita – kita yang tinggal
di kota besar seperti Jakarta ini dihubungi oleh para
telemarketer.
Selengkapnya
|
|
|
|
|
|
Organisasi suatu perusahaan terdiri dari
Struktur, Kebijakan dan Budaya Perusahaan.
Pada Struktur dan Kebijakan adalah bagian yang cenderung lebih
mudah dirubah seiring dengan perkembangan lingkungan usaha yang
cepat berubah. Berbeda dengan Budaya Perusahaan yang ternyata
sangatlah sulit untuk berubah..
Selengkapnya
|
|
|
|
Dimanakah peran Investasi ? |
|
Sebagai
institusi bisnis, perusahaan merupakan alat pelipatganda
kekayaan para pemegang saham. Untuk mencapai tujuan ini pihak
manajemen perusahaan harus mampu secara konsisten dari waktu ke
waktu meningkatkan nilai perusahaan. Dan dalam hal ini, salah
satu indikator keberhasilan manajemen adalah kemampuannya
dalam menciptakan laba.
Selengkapnya
|
|
|
|
Graffity
|
|
Ketidakpastian apakah akan mendapatkan cover Terrorism and
Sabotage, baik untuk new business maupun
renewal business dalam program treaty tahun 2002 melanda
seluruh perusahaan asuransi dan reasuransi. Beberapa perusahaan
asuransi memutuskan untuk meng-cut off seluruh
portfolio Terrorism and Sabotage dan memberikan notice
of cancellation kepada tertanggung jika terhitung tanggal
31 December 2001 mereka tidak juga memperoleh kepastian akan
adanya back up dalam non proportional treaties.
Selengkapnya
|
|
|
|
Industri asuransi nasional : Peluang Otonomi Daerah dan
tantangan globalisasi |
|
Sejak 1 Januari
2001 yang lalu pemberlakuan otonomi daerah dan desentralisasi
pemerintahan mau tidak mau akan membuka peluang pasar bagi
produk-produk asuransi. Namun yang perlu juga diingat
prinsip-prinsip liberalisasi perdagangan dalam AFTA 2003 telah
masuk dalam industri asuransi nasional. Pilihan pemanfaatan
peluang otonomi daerah atau mangambil tantangan globalisasi
mestinya merupakan pilihan yang harus sudah ditentukan oleh para
manajemen puncak pada saat ini.
Selengkapnya
|
|
Lobang Kedua
:Tanpa
analisis actuarial
|
|
Tulisan kali ini akan mengupas
lobang kedua dari enam lobang kegagalan pricing, yaitu perubahan
tarif yang dilakukan tanpa adanya analisis actuarial. Setelah
sebelumnya dikupas masalah data, dimana analsis actuarial
merupakan alat penterjemah atas data–data yang dikumpulkan.
Selengkapnya
|
|
|
|
Jika anda mengikuti perkembangan
ilmu manajemen, anda tentu tidak akan asing dengan salah satu
jargon yang paling terkenal dari cabang ilmu ini, yaitu budaya
organisasi.
Selengkapnya
|
|
|
|
Si "manis" diabetes
mellitus
|
|
Mungkin anda pernah mendengar
tentang istilah penyakit ‘kencing manis’ atau penyakit ‘gula’
atau penyakit ‘diabet’. Istilah tersebut sebetulnya diberikan
untuk memudahkan dan mengenal baik terhadap apa yang disebut
dengan ‘diabetes mellitus’.
Selengkapnya
|
|
|
|
UE Perketat Aturan Asuransi
|
|
Dalam waktu dekat ini Uni Eropa akan meluncurkan peraturan baru
dibidang asuransi yang mengharuskan perusahaan asuransi di Eropa
meningkatkan persyaratan minimal kondisi kesehatan keuangannya.
Selengkapnya |
|
|
|
Underwriters, do you really write something? |
|
Kalau anda seorang Underwriter maka rasanya kita
semua memiliki pengalaman yang sama, yaitu sukar menjelaskan apa
yang kita kerjakan dalam profesi ini kepada teman lain yang
tidak bekerja di dunia asuransi. Hampir semua orang tidak tahu
profesi ini. Biasanya mereka mengatakan, “ Under apa? ”. Lebih
jauh lagi rasanya tidak salah kalau dikatakan tidak ada remaja
yang bercita – cita menjadi seorang Underwriter. Bahkan untuk
kita sendiri-pun rasanya tidak pernah bermimpi untuk menjadi
seorang Underwriter.
Selengkapnya
|
|
|
|
Yang tersisa dari Underwriting….. |
|
Dalam sebuah penerbitan, salah
seorang praktisi yang juga petinggi pada salah satu perusahaan
asuransi menyatakan bahwa sisi underwriting praktis sudah
dikesampingkan dan yang sangat menonjol adalah sisi
marketing…. Saling banting (harga) bukan lagi sekadar rumours,
sehingga diperoleh harga serendah-rendahnya dengan cover
seluas-luasnya…Sungguh ironis dengan prinsip kewajaran yang
harus diterapkan dalam teori asuransi. .
Selengkapnya
|
|
|
|
|
|
|
|
[
Back to Edisi 2002 ] |