Jika anda mengikuti perkembangan
ilmu manajemen, anda tentu tidak akan asing dengan salah satu
jargon yang paling terkenal dari cabang ilmu ini, yaitu budaya
organisasi. Menurut Cushway dan Lodge, budaya organisasi
dibangun dari kepercayaan yang dipegang teguh secara mendalam
tentang bagaimana organisasi seharusnya dijalankan atau
beroperasi. Budaya organisasi merupakan sistem nilai organisasi
dan akan mempengaruhi cara pekerjaan dilakukan dan cara para
karyawan berprilaku. Seorang karyawan bisa saja sangat mampu dan
efisien dalam bekerja tanpa tergantung pada orang lain, tetapi
jika perilakunya tidak sesuai dengan budaya organisasi maka ia
tidak akan berhasil di dalam organisasi. Organisasi yang
menuntut tingkat kepatuhan tinggi terhadap budayanya dapat
mengakibatkan karyawan menjadi tidak ingin mempertanyakan
pandangan “resmi”, meskipun mereka merasakan hal itu salah.
Sebagai salah satu bentuk organisasi,
perusahaan memiliki sistem nilai sendiri yang membangun budaya
organisasi yang khas. Begitu pentingya peranan budaya organisasi
dalam keberhasilan pencapaian tujuan perusahaan, maka pertanyaan
yang muncul adalah sistem nilai apa yang paling sesuai ? Dalam
konteks ini tidak ada jawaban absolut, tapi sebagai sebuah
perbandingan tidak ada salahnya kita mencoba menengok sistem
nilai yang berlaku dalam General Electric (GE) , sebuah kelompok
usaha yang paling dikagumi, menguntungkan dan kompetitif di muka
bumi (survey majalah Fortune).
Kebesaran GE tidak bisa dilepaskan
dari sosok yang hampir menjadi sebuah legenda, John F. Welch
(Jack Welch). Di awal tahun 2000, Jack Welch, yang pada waktu
itu merupakan Chairman dan CEO GE, memperkenalkan kumpulan
nilai-nilai GE yang baru yaitu "Values 2000," yang intinya
adalah "komitmen pada pelanggan" (total customer
commitment/focus), serta menekankan pentingnya tiga komponen
dalam "cara kerja GE" yaitu "kegairahan, informalitas, dan
merayakan keberhasilan.". Berikut kami kutipkan
GE Values 2000 dari
situs resmi GE.
Para pemimpin GE…
-
Senantiasa teguh memegang integritas
-
Dengan penuh gairah memacu sukses
pelanggan
-
Menghayati dan menjalankan pedoman
‘6 Sigma Quality’… jadikan pelanggan sebagai orang pertama
yang menikmati hasilnya… dan juga untuk memacu pertumbuhan
-
Mengejar
keunggulan dan tidak mentolerir birokrasi
-
Bekerja ‘tanpa batas’ (‘boundaryless’)…
selalu mencari dan menerapkan gagasan terbaik dari manapun
sumbernya
-
Menghargai modal intelektual dari
seluruh dunia dan orang-orang yang ada di belakangnya…
membangun tim yang majemuk untuk memaksimalkan kinerja
-
Melihat perubahan sebagai peluang
untuk tumbuh… misalnya ‘e-business’
-
Menetapkan visi yang jelas,
sederhana, dan
berfokus pada pelanggan… dan terus menerus memperbaharui
pelaksanaannya
-
Menciptakan lingkungan yang
mendorong rentangan jangkauan/sasaran atau ‘stretch’
(tidak ada yang tidak mungkin), penuh semangat, suasana
informal, dan rasa saling percaya… menghargai usaha untuk
menjadi lebih baik… dan merayakan keberhasilan
-
Menunjukkan… senantiasa dengan
semangat ‘demi pelanggan’ …
Integritas
Semua karyawan GE harus dapat berpegang teguh
pada integritas individual dan profesional, dan harus mematuhi
semua hukum yang berlaku dimanapun GE beroperasi.
Kesederhanaan
Penyederhanaan semua proses kerja serta produk sampai ke bagian
yang mendasar akan memberikan kualitas yang tertinggi dengan
harga serendah mungkin bagi semua pelanggan. Kesederhanaan juga
meningkatkan kecepatan kerja, mutu servis yang lebih baik, dan
waktu kerja yang lebih pendek. Dengan lapisan manajemen
sesedikit mungkin, dengan membuka jalur komunikasi yang jernih
serta dengan menyederhanakan aspek lain-lain, keuntungan
sekaligus efisiensi dapat ditingkatkan.
Boundaryless
Prilaku yang tidak terbatas (boundaryless behavior)
memungkinkan karyawan bebas bergerak untuk mendapatkan saran
terbaik. sehingga tujuan dapat dicapai dengan lebih cepat dan
lebih tuntas . Konsep Boundaryless terbukti mampu melibas
"penyakit" Not-Invented-Here (anggapan "bukan cara kita, jadi
tak mungkin berhasil"). Jack Welch pernah berucap : “Kami bangga
dengan kenyataan bahwa kami tahu banyak tentang Kualitas 6 Sigma
dari Motorola dan kemudian mengembangkannya. Kami belajar
manajemen aset dari Toyota. Organisasi yang sangat ingin
mengetahui sesuatu selalu aktif bergerak dan mencoba mencari
kiat yang lebih baik”
Rentang Jangkauan (Stretch)
"Stretch" berarti: "tak ada yang tak mungkin." Dengan
menstimulasi karyawan serta tim kerja untuk menggariskan tujuan
yang kelihatannya sangat tinggi, mereka merentang imajinasi, dan
seringkali mencapai apa yang dianggap tak mungkin oleh mereka di
perusahaan lain.
Dalam hal kepemimpinan, GE
menerapkan model kepemimpinan yang dikenal dengan sebutan 4E,
yaitu:
Energy : (semangat)
pribadi untuk menyambut dan menangani perubahan yang terjadi
dengan sangat cepat
· Energize:
kemampuan untuk menciptakan lingkungan yang memberi semangat
bagi lainnya
· Edge:
kemampuan untuk mengambil keputusan dan memutuskan pilihan sulit
; dan
· Execute:
kemampuan menjalankan keputusan tersebut dengan konsisten
Lalu,
bagaimana dengan perusahaan anda ?(
Novis Asria)
[
back to main
]