BUDAYA PERUSAHAAN MERUPAKAN KUNCI DARI STRATEGI JITU

  

Organisasi suatu perusahaan terdiri dari Struktur, Kebijakan dan Budaya Perusahaan.  Pada Struktur dan Kebijakan adalah bagian yang cenderung lebih mudah dirubah seiring dengan perkembangan lingkungan usaha yang cepat berubah.  Berbeda dengan Budaya Perusahaan yang ternyata sangatlah sulit untuk berubah.

Apa sebenarnya yang dimaksud dengan budaya perusahaan ?

Sebagian besar usahawan sulit untuk menemukan kata untuk menjelaskan konsep ini, sementara ada sebagian orang yang mendefinisikan sebagai “pengalaman, cerita, kepercayaan dan norma bersama yang menajdi karakter suatu perusahaan”.  Memasuki perusahaan apa saja hal pertama yang kita hadapi, adalah budaya perusahaan antara lain cara orang berpakaian, bagaimana mereka berbicara satu sama lain dan juga bagaimana kantor diatur.  Namun ada pula sebagian perusahaan yang tidak pernah memikirkan tentang suatu budaya perusahaan ternyata memiliki budaya perusahaan yang kuat.  Microsoft adalah contoh dalam hal ini.

MICROSOFT : “Jika perusahaan ini adalah mobil, ia tidak mempunyai spion belakang”, kata Mike Muray, Direktur SDM dan Administrasi Microsoft.  Memandang dan merenungkan apa yang telah dicapai dimasa lampau bukanlah budaya Microsoft, melainkan sikap memandang kedepan dan jiwa wirausaha.  Tampaknya merupakan hal yang ironis bahwa tidak ada usaha sadar untuk membentuk budaya ini.  Dengan kebanyakan karyawan yang berumur 30-an, terdapat pengaruh generasi pada budaya perusahaan.  Oleh sebab itu Microsof menyerupai kampus tempat karyawan berpakaian sesuka mereka, saling menyapa dengan nama panggilan, dan merasa bebas untuk mengutarakan pikiran mereka.  Setiap orang bekerja sangat giat untuk menghasilkan produk baru dan setiap karyawan dievaluasi setiap enam bulan untuk menentukan kenaikan gaji dan bonus.  Tidak ada perusahaan lain yang memiliki staf jutawan dan miliader sebanyak Microsoft.

Apa yang terjadi saat perusahaan wirausaha bertambah besar dan perlu menciptakan struktur yang lebih ketat?.  Apa yang akan terjadi bila suatu perusahaan dengan budaya wirausaha bergabung dengan perusahaan yang berbudaya lebih birokratis dan hirarkis?.  Dua perusahaan komputer raksasa pernah mengalami hal tersebut baru-baru ini :

IBM, APPLE DAN TALIGENT : IBM dan APPLE Computer mengalami kejutan budaya perusahaan saat keduanya bergabung untuk mendirikan TALIGNET, perusahaan perangkat lunak yang bertujuan mengembangkan suatu system operasi untuk bersaing dengan  MICROSOFT dan NEXT.  Joe Gugliement Pemimpin  eksekutif TALIGENT yang merupakan veteran suatu perusahaan yang sangat hirarkis.  Rencana-rencana dikonsolidasikan keatas dan kemudian diturnkan kembali sebagai satu strategi global.  APPLE adalah suatu kelompok individu otonom yang melakukan hal yang hebat dengan teknologi yang canggih.  Sedang keputusan dibuat pada tingkat yang sangat rendah setiap saat.

Dalam situasi seperti ini, terlihat jelas bahwa Budaya Perusahaan dan Strategi saling mempengaruhi.

Bagaimanakah dengan perusahaan kita?  Apakah kita mampu mengenali budaya perusahaan kita sendiri? Dan mampukan atmosfir budaya tersebut berpacu ditengah-tengah lingkungan usaha yang begitu cepat berubah?. Bahkan mungkin apabila kita mengenali lebih jauh budaya perusahaan yang sudah terbentuk  selama ini, dapatkah dioptimalkan untuk mendukung setiap strategi baru dengan baik.( Ida Hemalia)

Sumber  : The High Performance Business : Prism Triwulanan Pertama 1992, halaman 6 dicetak ulang dengan izin Arthur D. Little Inc.

[ back to main ]