|
PAHAMI GEJALA ‘WINDOW SHOPPING’
Window shopping ini, seperti juga
namanya adalah kebiasaan tertanggung melakukan perpindahan
risiko yang dimiliki dari satu perusahaan asuransi ke perusahaan
asuransi lainnya dengan memperbandingkan berbagai hal.
Mengapa masyarakat melakukan ‘window
shopping’, hal ini dapat dipahami sebagai berikut :
-
Pertama, masyarakat mencari produk
yang sesuai dengan kebutuhan.pada
kondisi ini masyarakat masih belum menjumpai pada perusahaan
asuransi pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya produk yang
sesuai dengan kebutuhannya.
-
Memiliki keyakinan bahwa harga
produk yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi akan
berbeda-beda. Hal
yang wajar dilakukan oleh konsumen untuk mencari harga produk
yang relatif murah berdasarkan kemampuannya.
-
Perusahaan asuransi membuka cabang
perusahaan asuransi yang dekat dengan masyarakat konsumennya
Pembukaan cabang perusahaan asuransi dimana-mana memudahkan
masyarakat yang berkeinginan berasuransi untuk memilih
beberapa alternatif perusahaan asuransi yang akan dimasuki dan
dibandingkan.
-
Pemahaman masyarakat terhadap
‘pemilihan risiko’ yang dimiliki dan selanjutnya harus
dilimpahkan kepada perusahaan asuransi sebagai salah satu
‘manajemen risiko’ dalam pengelolaan keuangan pribadi atau
perusahaannya
Sedikit kajian terhadap pemilihan
risiko ini disebabkan oleh karena iklim kondisi negara kita saat
ini yang memiliki kecenderungan ketidakpastian yang relatif
tinggi, terutama menyangkut hal-hal yang berbau politik, ekonomi,
sosial, dan keamanan.
Kondisi lainnya adalah menyangkut
risiko ‘kesehatan’ dan ‘kematian’ yang disebabkan oleh kondisi
kesehatan tertanggung yang kurang menguntungkan.
Risiko-risiko tinggi inilah yang
saat ini memang dicari oleh masyarakat agar dapat menjamin
risiko ‘harta benda’, kelangsungan hidup dan jaminan terhadap
keluarga. Pada awalnya, banyak perusahaan asuransi menolak
terhadap risiko-risiko ini. Namun, akibat dari ‘window
shopping’ yang dilakukan nasabah atau masyarakat ke beberapa
perusahaan asuransi akhirnya risiko ini diterima oleh sebuah
perusahaan asuransi.
Pemahaman seorang underwriter dalam
menilai sebuah risiko, hendaknya mengacu pada sebuah risiko yang
dapat dikelola, bukan pada target pencapaian pendapatan premi
belaka. Apalagi bila ternyata risiko ‘uninsurable’ tersebut
dibayar dengan premi yang kurang mencukupi. (Ode)
[
back to main
] |