|
LOBANG - LOBANG KEGAGALAN DALAM PRICING
Dalam bisnis asuransi kerugian, sebenarnya “pricing” secara
tidak langsung menyatakan sebuah sifat dasar dari proses
actuarial. Karena proses ini berkaitan dengan pencarian nilai
dari ekspektasi biaya (expected costs), yang merupakan formula
dasar sangat penting untuk penentuan tarif premi asuransi
(insurance pricing), dan actuary-lah yang mengenal proses ini
secara baik. Akan tetapi sering terjadi penafsiran bahwa tarif
premi asuransi selalu menggambarkan pertimbangan–pertimbangan
yang melebihi dari apa yang ditunjukkan oleh ekpektasi biaya
tersebut. Aspek underwriting, pemasaran, legal dan pertimbangan
bisnis lain bisa jadi merupakan sebab mengapa tarif premi
asuransi dibebankan berbeda daripada ekpektasi biaya yang
dihitung secara actuarial. Hal ini berarti bahwa tarif premi
asuransi yang dihasilkan, tidak hanya dibatasi pada pertimbangan
dari sifat dasar actuarial secara murni akan tetapi juga
melibatkan pertimbangan actuarial komersial.
Jika melihat penjelasan di atas, ditarik satu kesimpulan
sementara bahwa pricing tersebut merupakan daerah kekuasaan
tunggal actuary, dimana dengan keahliannya, ia dapat
mengindikasikan ekpektasi biaya secara actuarial. Dengan
demikian pertanyaan selanjutnya
untuk manajemen adalah bagaimana mengkoordinasikan serta
mengintegrasikan semua aspek (underwriting, pemasaran, legal dan
fungsi klaim) yang secara nyata berpengaruh atas pricing kedalam
suatu bentuk keputusan pricing yang rasional dan efektif.
Membentuk suatu proses keputusan pricing yang efektif adalah
penting, karena pricing merupakan satu dari berbagai keputusan
startegis yang dibuat oleh manajemen. Jika manajemen tidak
mempunyai keahlian untuk menentukan harga untuk produknya, maka
secara logika mereka tidak mampu mempersiapkan rencana
operasinya atau mengatur secara efektif bisnisnya. Dengan kata
lain, jika suatu perusahaan asuransi tidak mempersiapkan diri
dalam menentukan harga produknya (tarif premi), maka sudah
semestinya perusahaan tersebut tidak layak menjalankan bisnis
asuransi ini.
Selama bekerja di bisnis asuransi kerugian, penulis telah
melakukan evaluasi dan melihat proses keputusan mereka dalam
menentukan harga asuransi. Penekanan pada pembelajaran proses
keputusan pricing ini jarang dilakukan, tetapi lebih pada
bagaimana keputusan itu dibuat, informasi dan faktor apa saja
yang dipertimbangkan dan siapa saja dari manajemen yang terlibat.
Pembelajaran ini seharusnya juga meliputi suatu penilaian yang
cukup dan komprehensif dari Sistem Informasi Manajemen Asuransi
mereka yang sama baiknya dengan penilaian pada prosedur
operasional actuarial, underwriting, pemasaran dan fungsi klaim
baik perusahaan asuransi besar maupun kecil, dimana keduanya
melakukan proses keputusan pricing secara independen yang
mengacu pada biro tarif (rate bureau) dengan menggunakan atau
tanpa menggunakan actuary.
Setelah mengobservasi dan mempelajari perbedaan prosedur yang
digunakan oleh beberapa perusahaan asuransi ini dalam proses
keputusan pricing, maka penulis dapat mengidentifikasi beberapa
lobang-lobang dari kegagalan proses keputusan pricing tersebut,
yaitu :
-
Data yang tidak dapat dipercaya
-
Tidak
menggunakan analisis actuarial
-
Analisa kompetisi yang tidak lengkap
-
Tidak ada kesadaran akan manfaat
dari ketentuan underwriting profit
-
Rencana Operasi tidak secara aktif digunakan
sebagai alat manajemen
-
Keputusan Pricing didelegasikan sangat jauh
kebawah di dalam perusahaan
Lobang - lobang di atas, kelihatannya sederhana, akan tetapi
dengan melupakan lobang-lobang itu akan mendatangkan malapetaka
(hasil underwriting minus) dalam menjalankan usaha bisnis
asuransi ini. Setuju, tidak setuju, suka, tidak suka, proses
keputusan pricing ini harus dijalankan, kalau memang kita masih
ingin menjadi pemenang. Perbaiki proses yang selama ini kita
jalankan, dan hindari lobang–lobang yang menyebabkan kegagalan
di atas. Tak ada kata terlambat, kalau memang masih ada kemauan
untuk berubah. (Rinaldi, Actuary)
[
back to main
] |