HYPERTENSI, Apa dan Bagaimana ?

Kata Hypertensi, salah satu istilah di bidang medis yang mulai banyak digunakan oleh masyarakat luas. Hypertensi / tekanan darah tinggi sering kali dikaitkan dengan karakter seseorang yang sering mengalami emosi yang berlebihan, sehingga acapkali kita dengar perkataan bahwa jika seseorang sering marah ,maka dikatakan orang tersebut mengalami tekanan darah tinggi.

Benarkah demikian ? Sebenarnya apa faktor yang mempengaruhi terjadinya Hypertensi dan apakah akibat lanjut dari Hypertensi itu sendiri ?

Faktor –faktor yang mempengaruhi terjadinya Hypertensi ?

Hypertensi / tekanan darah tinggi adalah tekanan darah yang melebihi dari batasan normal . Nilai normal yang biasanya digunakan adalah berkisar antara (sistolik/diastolik)120/80 mmhg sampai dengan 140/90 mmhg yang juga di pengaruhi oleh bertambahnya usia. Di atas nilai normal, dikatakan tekanan darah tinggi yang salah satu klasifikasinya berdasarkan berat ringannya hypertensi yaitu dari kategori Hypertensi ringan sampai dengan berat (>180 mmhg untuk sistolik dan >105 mmhg diastolik).

Penyebab hypertensi itu sendiri dapat dikategorikan menjadi 2 golongan besar :

  1. Hypertensi esensial atau hypertensi primer yang tidak diketahui penyebabnya, yang menempati bagian terbesar kasus yang ada (95%). Sedangkan faktor yang mempengaruhinya seperti genetik, lingkungan, gangguan pengeluaran / ekskresi garam natrium, dll serta faktor-faktor yang meningkatkan resiko seperti kegemukan (obesitas), alkohol, merokok dan lain-lain.

  2. Hypertensi sekunder atau hipertensi renal/ginjal.penyebab spesifiknya diketahui seperti penyakit ginjal, tekanan darah tinggi pembuluh darah ginjal, pengaruh hormon (aldosteron, estrogen).

Penegakkan diagnosa hypertensi tidak dapat hanya ditentukan dengan satu kali pengukuran, tapi harus dilakukan beberapa kali pengukuran pada saat kunjungan dan kunjungan lain yang berbeda.

Dan sering kali pasien tidak menyadari keadaan/kondisi tersebut karena tidak menemukan gejala/keluhan yang berarti, hingga kemudian ditemukan secara kebetulan pada saat penderita mengadakan check-up atau memeriksakan diri ke tenaga medis karena suatu penyakit lain yang dideritanya.

Hal ini disebabkan karena pada tingkat awal terkadang peninggian tekanan darah adalah satu-satunya gejala yang ada, sedangkan gejala lain baru timbul setelah adanya komplikasi/proses lanjut pada organ-organ lainnya.

Komplikasi yang sering timbul ?

Hypertensi merupakan penyakit sistemik yang dapat berakibat proses lanjut pada berbagai organ di dalam tubuh kita.

Ginjal merupakan organ yang paling sering mengalami kerusakan akibat tekanan darah tinggi. Seperti kita ketahui bahwa ginjal merupakan salah satu organ ‘pembuang’ (ekskresi) racun terbesar hasil sisa pengolahan zat-zat kimia dalam tubuh kita. Tekanan darah yang meninggi yang masuk kedalam aliran darah di dalam ginjal akan menimbulkan kerusakan pembuluh darah dan sel-sel ginjal itu sendiri, yang akan menimbulkan menurunnya fungsi ginjal dalam mengeluarkan zat-zat racun sehingga zat tersebut akan menumpuk didalam tubuh kita yang pada akhirnya dengan makin parahnya kerusakan ginjal maka zat racun tersebut akan semakin banyak tertimbun dan dapat menimbulkan akibat fatal.

Organ lain yang juga sering mengalami gangguan adalah Jantung. Jantung sebagai alat pemompa darah melalui pembuluh darah ke berbagai organ tubuh , akan mengalami kerusakan dengan meningginya tekanan darah. Mekanisme awal Jantung akan mencoba ber’adaptasi’ dengan tekanan yang tinggi tersebut dengan cara menambah ketebalan dinding jantung untuk memperkuat pompa jantung agar dapat ‘melawan’ tekanan yang tinggi tersebut. Pada titik tertentu dimana Jantung  sudah mencoba  mengatasi tekanan tersebut dan akhirnya  ke’lelahan’ sehingga Jantung mengalami kegagalan untuk memompa darah dan tentu saja fungsi pemasokan nutrisi dan oksigen ke alat tubuh mengalami gangguan sehingga menimbulkan kerusakan yang lebih luas ke organ lainnya, yang pada akhirnya akan timbul kegagalan organ multiple (multiple organ failure) yang tentu saja berakibat sangat fatal.

Otak juga merupakan organ yang sangat penting dan sering kali mengalami kerusakan akibat tingginya tekanan darah yang masuk ke otak. Pembuluh darah di otak mempunyai kekhususan baik secara fungsi maupun anatominya. Tekanan darah meninggi terutama pada hypertensi yang berat dapat menimbulkan pecahnya pembuluh darah otak yang tentu saja menimbulkan perdarahan di dalam otak, dan karena otak mempunyai ruangan yang terbatas oleh adanya tulang tengkorak, maka tambahan volume (akibat perdarahan tersebut) akan menimbulkan ‘proses desak ruang’ didalam otak yang menekan sel-sel syaraf otak, menimbulkan kerusakan (yang biasanya bersifat menetap karena sel syaraf sangat sulit mengalami regenerasi) dan dapat segera menimbulkan kematian apabila proses desak ruang dan kerusakan tersebut mengenai bagian otak yang mengurus fungsi vital manusia (bagian otak yang mengurus pernafasan, detak jantung dan kesadaran).

Akhir kata, risiko yang sangat fatal dapat terjadi oleh karena hypertensi. Makin cepat dilakukan penanganan / kontrol therapi pada tahap awal, makin baik prognosa/dicegah untuk timbulnya kerusakan lebih lanjut. (dr.Meivyta)

 

[ back to main ]