Direct Marketing

Sebagai pelaku bisnis serius kita harus selalu terbuka dengan semua pilihan penjualan.  Dalam perkembangan Direct Marketing di Indonesia, sudah bukan rahasia lagi ada konotasi negatif terkandung di dalamnya.  Tapi juga harus kita akui bahwa hampir semua sekolah bisnis utama dunia menganjurkan pola marketing ini.  Kuncinya satu : personalifikasi dan semua orang (untuk sesuatu yang dirasa akan memberi keuntungan) suka dilibatkan secara personal. Untuk dunia asuransi ada pendapat bahwa Direct Marketing tidak akan berjalan karena peran Intermediaries yang kuat di industri ini. Pendapat ini bisa diperdebatkan denga sangat panjang. 

Apakah seburuk itu? Mudah – mudahan tulisan berikut dapat memberi masukan yang lebih berimbang.  Direct Marketing adalah suatu sistem pemasaran dimana organisasi tersebut berkomunikasi langsung dengan target konsumennya untuk mendapatkan respon atau transaksi.  

Dengan Direct Marketing, konsumen akan lebih mudah dalam mengakses informasi suatu produk/jasa dan memperoleh produk/jasa tersebut jika konsumen berminat membelinya. Bentuk-bentuk Direct Marketing yang dapat dilakukan antara lain :

  1. Pengiriman Surat/Katalog kepada konsumen

  2. Teleshopping langsung via telepon

  3. Pemasangan iklan di media massa, misalnya : pemasangan infocomercials, iklan

Kelebihan dan kelemahan Direct Marketing

Untuk menentukan apakah suatu perusahaan dapat menerapkan Direct Marketing, perlu dilakukan analisa mendalam mengenai keuntungan dan kekurangan dari pola pemasaran ini. Adapun kelebihan dari  Direct Marketing ini antara lain :

1.       Targeting, targeting merupakan suatu strategi untuk memilih, menyeleksi dan menjangkau suatu pasar. Dengan Direct Marketing diharapkan suatu produk/jasa dapat menjangkau target pasarnya, misalnya : pemasangan iklan kosmetik di majalah wanita.

2.       Cost Effective, biaya yang dikeluarkan jauh lebih efektif mengingat penjualan yang dilakukan adalah penjualan yang berulang (repeat sales) dengan target pasar yang cukup jelas

3.       Control & Accountability, dengan Direct Marketing  akan mudah dihitung respon yang muncul dari kegiatan marketing disamping dapat mempermudah pembuatan anggaran promosi.

4.       Immediate & Flexible, dalam telemarketing pelayanan dapat dilakukan secara langsung dan cepat.

5.       Opportunity to test,  dengan Direct Marketing, kegiatan riset harga, promosi, dan penentuan waktu dapat dengan mudah dilakukan

6.       Consumer Database, database konsumen dapat dengan mudah dibentuk dalam Direct Marketing sehingga dapat diraih penjualan yang berulang dari satu pelanggan.

7.       Long Term Customers, kesempatan untuk membentuk hubungan jangka panjang dengan konsumen dapat dilakukan melalui database konsumen yang sudah ada.

8.       Multi Functional, database konsumen dapat digunakan untuk membuat profil konsumen, membagi konsumen dalam berbagai segment, mengumpulkan informasi tentang suatu produk/jasa dan bahkan mencari alasan seseorang membeli produk/jasa atau tidak.

Direct Marketing juga memiliki berbagai kelemahan antara lain :

1.       Image Factors, Direct Marketing yang dilakukan lewat pengiriman surat misalnya, konsumen yang ditelepon setiap saat ataupun penawaran lewat sales dapat menimbulkan citra negatif dimata konsumen terutama saat konsumen membutuhkan privacy atau tidak mau diganggu. Peran perusahaan dalam melihat saat yang tepat bagi konsumen merupakan solusi masalah ini.

2.       Ketepatan, terkadang ketepatan informasi, ketepatan pelayanan dan pengiriman menjadi masalah bagi konsumen terhadap suatu produk/jasa.

3.       Content Support, untuk melaksanakan Direct Marketing diperlukan fasilitas dan sarana yang cukup memadai misalnya fasilitas telepon on-line, SDM yang handal dan menguasai informasi suatu produk/jasa dimana perusahaan mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk menyediakan fasilitas tersebut.  (ardi)

 

[ back to main ]