|
BANGKRUTNYA PARA PENJUDI : Asuransi = Judi?
(khusus untuk anda yang suka berlogika)
Di zaman yang
serba canggih seperti sekarang ini ternyata masih ada sebagian
masyarakat Indonesia yang menganggap asuransi itu sama
dengan judi hal ini karena pemikiran mereka yang
membayangkan bahwa keduanya (asuransi dan judi)
sesuatu hal yang tidak pasti. Kalo dilihat sekilas memang
pemikiran mereka ada benarnya, tetapi kalau kita mau meluangkan
sedikit waktu untuk membaca dan menelaah buku-buku tentang
asuransi atau bertanya kepada orang yang tahu akan dunia
asuransi maka akan terlihat perbedaan yang cukup jelas
antara asuransi dan judi tersebut. Dalam
asuransi dikenal istilah insurable interest dan
indemnity yang merupakan unsur terpenting dalam asuransi
(khususnya dalam asuransi kerugian).
Penyangkalan
dari pemahaman diatas yaitu bahwa judi
merupakan hal yang tidak pasti atau judi pasti membawa
kebangkrutan, dapat diilustrasikan berikut ini :
Misalkan dalam
suatu permainan judi q = peluang untuk menang $1 dan 1
- q = peluang untuk kalah $1. Jika seorang pemain judi
memulai permainan judi dengan modal $10, dan akan berhenti
bermain sampai ia bangkrut (uangnya habis) atau sampai uangnya
mencapai $20. Berapakah peluang seorang pemain judi tersebut
bangkrut ? Persoalan ini dikenal dengan istilah
Bangkrutnya Para Penjudi.
Misalkan p(h) = peluang
seorang penjudi yang mempunyai $h akan bangkrut, sehingga dapat
dibuat syarat batas p(0) = 1 dan p(20) = 0. Persoalannya
sekarang adalah berapa nilai p(h) untuk h diantara 0 dan 20 ?
Dalam satu
permainan sebelum penjudi memperoleh $h, maka peluang penjudi
tersebut adalah mempunyai $h-1 (jika penjudi menang) atau
$h+1 (jika penjudi kalah). Kombinasi linier dari
p(h-1) dan p(h+1)
(*) p(h) = q*p(h-1) + (1-q)*p(h+1)
(*) dalam
matematika persamaan di atas dinamakan persamaan diference
linier orde dua. Jika q ¹ 1-q (q¹1/2) mudah untuk dibuktikan
bahwa persamaan tersebut mempunyai solusi khusus p(h) =1 untuk
setiap h dan p(h) = ((1-q)/q)h Maka selanjutnya
solusi umum persamaan (*) berbentuk :
(**) p(h) = A + B*((1-q)/q))h
dimana A dan B konstanta
Dengan
mensubstitusi syarat batas ke persamaan (**) diperoleh :
A = - r20/(1-r20)
dan B = 1/(1-r20) dimana r = (1-q)/q
Sehingga jika
dalam permainan judi seorang penjudi mempunyai $h maka peluang
orang tersebut akan bangkrut sebelum mencapai $20 adalah :
p(h) = (rh
- r20)/(1 - r20)
Jika q = ½ mudah
untuk dibuktikan bahwa p(h) = 1- h/20 (dengan tambahan solusi
khusus p(h) = h).
Sehingga jika seorang penjudi mempunyai $10 maka
peluang dia untuk bangkrut sebelum mencapai $20 adalah 50%.
Jika batas $20
diperbesar maka peluang penjudi tersebut bangkrut akan menjadi
lebih besar sehingga jika si penjudi tidak akan berhenti sampai
dia bangkrut maka peluang si penjudi tersebut untuk bangkrut
mendekati 1 yang artinya penjudi tersebut pasti akan bangkrut.
Jadi jangan
berharap kemenangan yang sebanyak-banyaknya dari suatu permainan
judi karena hal tersebut akan mengakibatkan kebangkrutan.
Tulisan ini bukan berarti nasehat / strategi bagaimana bermain
judi yang baik melainkan sekedar pengetahuan kenapa
judi itu lebih banyak kerugiannya dari pada keuntungannya,
dan hal ini juga yang membedakan antara judi dengan
asuransi.
Jadi kami
berharap tidak ada perusahaan asuransi yang bangkrut, karena
asuransi bukan judi !? (Nico,
dikembangkan dari tulisan di website
http://www.yahoo.com)
[ back to main
] |