Sedikit info tentang api.

Kelas bisnis Fire (property) merupakan bagian terbesar dari total  penutupan asuransi kerugian Indonesia. Jumlah underwriter asuransi kerugian terbanyak pasti juga adalah underwriter Fire. Tapi rasanya tidak banyak pelaku asuransi kerugian yang punya pengetahuan dasar tentang api. Api itu sebenarnya apa sih? Kenapa api identik dengan panas? Tentang lidah api, kenapa bentuknya seperti itu?, kenapa ada api yang biru, hijau dan merah? Dan banyak lagi pertanyaan awam yang akan segera terlontar pada saat orang memikirkan tentang api.

Cerita tentang api semuanya berawal dari sebuah proses kimia yang kita semua pasti pernah dengar atau pelajari waktu kita duduk di bangku SMA dulu.  Para ahli kimia menamakan proses ini sebagai reaksi oksidasi.  Sesuai dengan namanya maka proses ini tidak lain adalah proses reaksi antara suatu unsur / campuran (sering disebut sebagai bahan bakar) dengan oksigen.  

Dari kehidupan kita sehari – hari kita mengetahui bahwa untuk memulai dan menjalankan sebuah proses dibutuhkan energi.  Hal yang sama juga berlaku untuk reaski oksidasi di atas agar sebuah proses dapat berlangsung dibutuhkan panas (energi) yang cukup.  Energi awal inilah yang diberikan pada saat kita menyalakan lilin dengan menggunakan panas yang diberikan oleh korek api.

Contoh sederhananya adalah seperti proses terbakarnya kayu (selulosa) berikut ini

                        6C18H15 + panas  ----> 10CH2O + C50H10O

                        aCH2O +  udara   ----> bCO2 + cH2O + dCO + eC

Untuk proses di atas dibutuhkan panas awal sekitar 260 °C agar proses oksidasi dapat berlangsung.   Secara sederhana prosesnya sendiri adalah panas mengubah selulosa menjadi gas yang kemudian bereaksi dengan oksigen menghasilkan senyawa – senyawa karbon, air dan panas dan cahaya.  Panas yang dihasilkan ini mengubah lebih banyak lagi selulosa menjadi gas dan proses oksidasi berulang kembali demikian seterusnya sampai tidak ada lagi selulosa yang akan diubah menjadi gas (chain reaction).  Gas yang sedang bereaksi dengan oksigen inilah yang kita amati sebagai lidah api. Itulah sebabnya kita mengamati mengapa lidah api dapat meliuk – liuk mengikuti hembusan angin.

Mengapa api  dapat berwarna biru, merah, hijau dan kuning?  Pada level ini yang dapat dikatakan adalah warna tersebut berkaitan dengan kenyataan bahwa setiap bahan bakar sebenarnya memiliki respon yang berbeda terhadap energi panas yang diterimanya.  Ada yang menyerap banyak dan ada yang menyerap sedikit.  Perbedaan inilah yang mengakibatkan ada api yang berwarna merah, biru dst.

Dengan penjelasan sederhan di atas maka jelas ada beberapa hal yang dapat dilakukan unutk mencegah atau memadamkan api.

  1. Memisahkan bahan bakar dengan udara.  Hal ini inilah yang sering dilakukan oleh pemadam kebakaran pada kebakaran Blow Up sebuah sumur minyak dengan membuat saluran menembus sumur minyak dan kemudian menyuntikkan lumpur untuk menyumbat sumur.

  2. Menurunkan suplai energi awal.  Hal inilah yang kita lakukan dengan menyiram api dengan air.

  3. Mencegah reaksi dengan oksigen.  Prinsip inlah yang digunakan pada beberapa FEA yang berisi  zat –zat yang sangat suka berikatan dengan oksigen sehingga oksigen akan lebih suka bereaksi dengan zat ini ketimbang dengan dengan bahan bakar.

Ada banyak lagi hal lain yang terlibat dan mempengaruhi proses oksidasi, tapi penjelasan sederhana di atas rasanya cukup sebagai bekal paling awal untuk belajar lebih banyak tentang api.

 

[ back to home ]