Selamat Ulang Tahun....

Gelak tawa, senyuman, teriakan anak kecil dan berbagai ungkapan suka cita mewarnai cerahnya Minggu pagi 19 Nopember 2000. Hari itu di Balai Peristirahatan Arga Sonya, Cikopo, Puncak, keluarga besar ReINDO dan INDORE merayakan hari ulang tahun ReINDO ke-4 dan INDORE ke-46.

Pada sambutannya, Direktur Utama ReINDO, Hendrisman Rahim, mengajak keluarga besar ReINDO dan INDORE untuk mensyukuri semua yang telah dicapai dan mengingatkan bahwa tantangan dimasa mendatang akan semakin berat sehingga kerja keras dari segenap karyawan dan dukungan keluarga mutlak diperlukan

.

Hadirin sempat dikejutkan dengan tampilnya sebuah "band spesial" dimana Dirut ReINDO, Hendrisman Rahim bermain keyboard, didampingi jajaran direksi lainnya, Subandrio Suyono pada bass, S. Setiawan lead vocal serta Indrastono memainkan tamborin sekaligus backing vokal. (adji)

 

Serah Terima Komisaris dan Direksi ReINDO

Serah terima Dewan Komisaris dan Dewan Direksi ReINDO dilaksanakan dalam sebuah upacara sederhana namun khidmat pada Kamis, 8 Pebruari 2001 di Ruang Serba Guna ReINDO.

Jabatan Komisaris Utama diserahterimakan dari Safroedin Bahar kepada Indarto yang pada kepengurusan sebelumnya menjabat sebagai komisaris. Indarto didampingi oleh seorang komisaris yaitu Kusnindar.

Ir. Bahder Munir Sjamsoeddin, MBA, AAIK(HC), menyerahkan jabatan Direktur Utama kepada Drs. Hendrisman Rahim, MA., FSAI.,AAIJ., yang sebelumnya Direktur Teknik dan Pemasaran. Munir Sjamsoeddin menempati pos baru sebagai Direktur Utama PT. Tugu Pratama Indonesia. Tempat yang ditinggalkan Hendrisman diisi oleh Drs. S. Setiawan MBA., Dipl. Ins.. Sedangkan Indrastono Soekarno menggantikan Subandrio Suyono, SE., MBA., AAAIJ, sebagai Direktur Keuangan dan Investasi. Selanjutnya Subandrio menjadi advisor Direksi ReINDO.

"Hari ini perasaan saya campur aduk. Saya gembira karena kita semua berhasil menyelamatkan salah satu aset negara dan sedih karena proses itu tidak selalu berdampak menyenangkan bagi semua pihak," demikian Munir Sjamsoeddin.

Sementara itu Hendrisman Rahim menyampaikan sebuah perumpamaan yang manis. "ReINDO ibarat seorang balita yang lahir dari seorang Ibu yang sedang sakit keras. Sayangnya sang dokter kini harus menangani pasien baru yang sudah remaja dan menarik perhatian banyak orang. Dan tugas mengawasi si balita diserahkan kepada mantri dari sang dokter."

Acara serah terima ini juga diisi dengan penyerahan kenang-kenangan. Dari karyawan ReINDO para mantan Komisaris dan Direksi mendapatkan sebuah karikatur diri yang unik. Kemudian mereka dilepas oleh pagar betis dan tepuk tangan seluruh karyawan ReINDO menuju kendaraan masing-masing.(delil)

[ back to main ]