Pembuatan Aplikasi Peta Gempa Bumi dan Tsunami

(ReINDO dan BMG tanda tangani MoU)

 

PT. Reasuransi Internasional Indonesia (ReINDO) dan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Senin, 19 Pebruari 2001 menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk pembuatan aplikasi peta gempa bumi dan tsunami Indonesia. Penandatanganan dilaksanakan di Kantor Pusat BMG Jl. Angkasa, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Direktur utama ReINDO, Hendrisman Rahim, pada sambutannya mengatakan "sebelumnya industri asuransi tidak menganggap serius risiko gempa bumi. Suku premi untuk risiko ini sangat tipis bahkan beberapa perusahaan memberikannya dengan gratis. Gempa dahsyat di Bengkulu pada 4 Juni 2000, lalu disusul beberapa gempa berpusat di Laut Selatan Jawa yang guncangannya terasa sampai ke Jakarta, membuat industri asuransi seolah tersentak dan mulai sadar bahwa risiko ini ternyata tidak bisa dipandang sebelah mata."

"Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi sumbangsih ReINDO dan BMG untuk meningkatkan pengetahuan semua pihak terhadap gempa bumi. Bagi industri asuransi aplikasi peta gempa dan tsunami sangat bermanfaat untuk menerapkan kebijakan underwriting yang tepat," lanjut Hendrisman.

Sementara itu Kepala BMG, DR. Gunawan Ibrahim, mengatakan "kerja sama inimerupakan yang pertama bagi BMG yang dilakukan bersama sebuah perusahaan asuransi. Ini jelas memacu BMG untuk terus menghasilkan informasi-informasi yang bermanfaat bagi masyarakat."

Sebelumnya, pada 14 September 2001 ReINDO menggelar seminar bertajuk "Earthquake for Underwriter" di Hotel President. Pada seminar itu DR. Fauzi, Koordinator Pusat Gempa Nasional-BMG, tampil sebagai pembicara.

Aplikasi peta gempa bumi dan tsunami Indonesia ini adalah paket program yang dikembangkan dibawah Geographic Information System (GIS) yang dapat memberikan informasi tentang tingkat kerawanan gempa dan tsunami di seluruh wilayah Indonesia. Peta ini dibuat berdasarkan data-data yang dimiliki oleh BMG serta publikasi-publikasi institusi lainnya dan diharapkan dapat dirampungkan dalam enam bulan oleh tim yang dipimpin oleh DR. Fauzi. Selanjutnya peta ini dapat dikembangkan untuk bencana lain yang sering melanda Indonesia seperti banjir dan letusan gunung api.(delil)

[ back to main ]