Lagi-lagi kemajuan dunia
komputer menggantikan tenaga manusia...
Sebuah sistem analisa
risiko untuk perusahaan asuransi jiwa telah dirancang agar
dapat meningkatkan efisiensi dalam proses akseptasi dan
underwriting. Sistem ini terbagi menjadi 2 type, yaitu yang
digunakan di head office dan yang digunakan di
market place.
Head Office
System
Dirancang untuk memproses
aplikasi baru dalam jumlah besar dan spektrum produk yang luas.
Sistem akan mengevaluasi informasi dari proposal/penawaran
yang diinput oleh administrator dan hanya kasus-kasus tertentu
yang membutuhkan perhatian khusus yang akan diproses oleh
underwriter. Tujuh puluh persen dari aplikasi baru dapat
ditangani tanpa membutuhkan keterlibatan underwriter. Sisanya
membutuhkan perhatian underwriter untuk informasi medis lebih
lanjut dari bukti-bukti medis yang berada di luar lingkup
sistem. Sistem akan menghasilkan keputusan underwriting
termasuk dokumen pendukung apa saja yang dibutuhkan dan suku
premi. Sistem ini tentu harus terus di-update
mengikuti perubahan dan kebutuhan industri asuransi, misalnya
meningkatkan non-medical limits, additional loading
untuk perjalanan ke luar negeri, dll.
Point of sale
System
Merupakan sistem yang dapat
mempermudah pengisian proposal. Informasi tambahan yang
dibutuhkan bergantung pada jawaban yang diberikan calon
tertanggung formulir aplikasi. Dengan kata lain, pertanyaan
yang diajukan bertingkat sesuai dengan jawaban yang diberikan
calon tertanggung. Berdasarkan jawaban-jawaban tersebut,
sistem dapat mengaksep aplikasi dengan suku premi standar dan
selanjutnya dievaluasi oleh underwriter. Sistem ini akan
memangkas waktu proses aplikasi dari hari menjadi menit yang
pada gilirannya akan meningkatkan produktivitas dan motivasi
dari sales representative.
Keuntungan yang dapat
ditawarkan sistem ini antara lain akseptasi otomatis sekitar
70% dari penawaran, penanganan proses yang lebih cepat,
mengurangi biaya untuk konsultasi medis. Keuntungan lebih jauh
adalah adanya konsistensi dan keseragaman keputusan
underwriting. Underwriter haya mengontrol semua database dan
mempunyai kemampuan untuk membuat perubahan kebijakan untuk
kasus-kasus dimasa datang.
Di Asia belum banyak
perusahaan yang menerapkan hal ini. Ms. Jane Wild, Chief U/W,
London & Roy Deane, Managing Director (Life) Singapore,
General & Cologne Re, memperkirakan penggunaan system ini akan
meningkat 2-3 tahun yang akan datang. (Gadis Purwanti/Asst.
Claim Analyst/Asian Insurer Review)