Musim hujan telah tiba.....
Mari bersiap menghadapi klaim dari para
pemegang polis atas kerusakan harta bendanya dan gangguan
bisnis akibat banjir.
Kerusakan yang
ditimbulkan oleh air patut mendapat perhatian serius karena
sifatnya yang progresif artinya semakin lama air membasahi
suatu benda maka semakin banyak terjadi penyerapan. Dan bila
tidak dilakukan tindakan dini yang tepat maka anda akan
terkejut dengan jumlah yang harus dibayarkan karena ternyata
jauh diatas estimasi semula.
Ada tiga prinsip
yang harus dijalankan dengan ketat dalam menangani suatu klaim
akibat air, yaitu:
1.
Tindakan tepat waktu.
Semata-mata menutup sumber air tidaklah menghentikan kerusakan
lanjutan.Kerusakan oleh air biasanya terjadi melalui 5 tahap
yaitu:
-
Mengalirnya air
oleh gaya gravitasi dan terus mencari celah-celah untuk
diisi. Keterlambatan tindakan akan meningkatkan biaya dan
kesulitan pembersihan secara eksponensial.
-
Bahan yang
bersentuhan langsung dengan air akan mengalami pelembaban.
Kerusakan berlanjut melalui kapilaritas. Tindakan yang
efektif pada tahap ini secara drastis akan menekan waktu dan
tingkat kesulitan pengeringan.
-
Kerusakan karena
tingginya tingkat kelembaban. Ini terjadi pada saat uap air
pada dan didalam bahan mulai berevaporasi dan menjenuhkan
udara sekitarnya. Kerusakan ini dapat dikurangi dengan
mengontrol kelembaban relatif didalam bangunan dengan
menggunakan high-capacity dehumidifiers. Tindakan yang
cepat pada tahap ini akan mencegah pertumbuhan organisme
mikro.
-
Pertumbuhan
organisme mikro. Ini dimulai pada saat bahan sudah cukup
lembab untuk mendukung tumbuhnya jamur dan lumut. Pada
sebagian besar bahan tahap ini mulai berlangsung bila
kandungan air telah melebihi 20–25% dari berat bahan
tersebut. Pengurangan kerusakan pada tahap ini dilakukan
melalui pengontrolan atas tiga kondisi kunci dari udara di
banguan yaitu kelembaban relatif, temperatur dan sirkulasi
udara.
-
Penyebaran
organisme mikro ke bagian-bagian bangunan yang semula tidak
terkena air. Hal ini sangat mungkin terjadi karena tidak
adanya pemeriksaan pertumbuhan organisme mikro, pembatasan
mobilitas orang-orang disekitar bangunan, sistem sirkulasi
udara dan mobilitas lift dari lantai ke lantai. Apabila
kerusakan telah mencapai tahap ini, mau tak mau perencanaan
komprehensif harus dibuat antara kontraktor dan ahli
dibidang kualitas udara.
Tindakan-tindakan efektif dapat diberikan oleh kontraktor
pengeringan yang profesional dan jangan lupa mengkomunikasikan
agenda penanggung dengan mereka.
2.
Tetapkan skala prioritas.
Dari sisi penanggung, prioritas utama adalah menyelamatkan
properti yang dicover polis. Hal ini perlu disampaikan kepada
kontraktor pengeringan. Pada tahap pasca pengeringan, bantuan
kontraktor pengeringan tetap diperlukan terutama dalam
menentukan item-item mana yang perlu diganti dan mana yang
cukup diperbaiki saja serta memberi saran mengenai urutan
urgensi dari proses restorasi.
3.
Targetkan hasil akhir.
Seberapa tingkat kekeringan yang dianggap sudah cukup kering?
Target ini ditentukan oleh suatu ukuran yang disebut
Air-change per Hour rate (AC/H) dan umumnya berada pada
interval 1 sampai 4 ACH.
Keadaan umum lainnya yang mengindikasikan bahwa pengeringan
telah cukup adalah
-
Kondisi interior
sudah berada pada atau lebih baik dari pada kondisi ruangan
normal.
-
Kelembaban pada
dan didalam bahan bangunan tidak lagi mendukung pertumbuhan
organisme mikro aktif.
-
Bahan bangunan dan
isinya akan kembali ke kondisi ruang normal dengan
sendirinya tanpa terjadi kerusakan lanjutan.
Hati-hati bila kontraktor pengeringan anda mengatakan mereka
dapat mengeringkannya dalam lima hari, tapi tidak dapat
mendefinisikan bagaimana mereka mengetahui bahwa bangunan
tersebut telah kering. Kontraktor yang baik juga terlihat
dari familiarnya mereka dengan instrumen pengukur kelembaban.
Selama proses pengeringan, anda harus pula memastikan bahwa
kontraktor memonitor bangunan minimal dalam tiga cara:
-
Menghitung
kelembaban gypsum, lantai kayu dan material lainnya sebelum
loss.
-
Sering memantau
kelembaban bangunan untuk mengetahui perkembangan proses
pengeringan.
-
Memantau kondisi
udara harian didalam area yang rusak oleh air.
Umumnya pengeringan bangunan kantor komersil membutuhkan waktu
7 sampai 10 hari. Desain bangunan dengan sistem sirkulasi
yang baik akan sangat menguntungkan.
Singkatnya, membuat suatu perencanaan
kritis ditahap awal dan kerja sama yang baik dengan kontraktor
pengeringan akan dapat menekan kerusakan properti tertanggung
dan mengurangi interupsi terhadap bisnis mereka. Berikutnya
penanggung dapat merasakannya dari jumlah uang yang harus
dikeluarkan.(Delil Khairat/Associate Claim Analyst/claim
magazine)