|
VIRUS
"I LOVE YOU"
Reuters melaporkan bahwa
para penanggung di Amerika Serikat menyatakan tidak akan
membayar klaim yang ditimbulkan oleh virus “I Love You” dan
variasinya karena sebagian besar pemegang polis tidak memiliki
proteksi khusus untuk itu.
Seperti diketahui, virus
ciptaan remaja Philipina tersebut telah menyerang sistem e-mail
diseluruh dunia sejak Kamis, 4 Mei 2000 dengan perkiraan total
kerugian US$. 10 miliar.
Musibah ini membuat para
penanggung AS panas dingin mengingat polis meraka yang meng-cover kejahatan khusus terhadap komputer (Special computer-crime
policy) ini baru pada tahap pertumbuhan.
Terjadinya kerugian katastrop pada masa ini tentu sangat
tidak diinginkan.
Sesungguhnya 99% bank dan
lembaga finansial yang membeli polis ini memiliki mainframe
yang terisolasi dengan baik sehingga kerugian paling besar tidak
akan melebihi US$.10 juta karena kerusakan pada salah satu
tertanggung tidak menyebar kepada yang lain.
Namun mereka belum siap untuk peristiwa separah yang
diakibatkan virus cinta ini.
Diduga
persoalan liable atau tidaknya penanggung atas kejadian akan
menghangat karena polis ini tidak secara jelas mengecualikan
serangan wabah virus seperti ini.
(ReInfokus Team).
[ back to main
] |