|
"NASI GORENG SI MAMAT"
Di Komplek Pertamina, Jl. Pemuda, Jakarta Timur, ada seorang
pedagang nasi goreng bernama Mamat. Sekilas
lelaki asal Tegal ini tidak terlihat istimewa, tapi tahukah anda bahwa si Mamat
adalah penjual nasi goreng paling tenar dan satu-satunya dikomplek tersebut.
Konon, dulu pernah ada beberapa orang penjual lain yang mencoba bersaing,
tetapi semuanya mundur. Bahkan
sebuah rumah makan yang cukup besar tidak jauh dari tempat Si Mamat mangkal
dengan gerobaknya, yang semula juga menjual nasi goreng, saat ini telah
menghentikan produksinya untuk jenis produk ini.
Pasar nasi goreng disana benar-benar telah dimonopoli oleh Si Mamat.
Apa yang membuat Si Mamat demikian berjaya? Enak dan murah, itu
pasti. Nasi goreng buatannya memang
lezat dan pas dengan lidah konsumennya serta harganya yang Rp. 2500 seporsi
memang relatif murah. Tetapi
tidak hanya itu, Si Mamat sekurangnya punya dua jurus yang tidak dimiliki oleh
para pesaingnya, yaitu:
Gerakan
tubuh Si Mamat ketika meracik nasi goreng sungguh enak dilihat. Sepintas seperti seorang yang sedang menari dan ia sangat
efisien dimana hampir tidak ada waktu yang terlewat percuma. Mengaduk nasi didalam panci, mengocok telor, mengaduk lagi,
menabur bumbu atau garam, memberi kerupuk nasi goreng yang siap dibungkus atau
disajikan, lalu kembali mengaduk, memompa kompor yang mulai meredup, kemudian
aduk lagi. Begitu seterusnya dan
semua dilakukan dengan gaya yang asyik. Hal
ini membuat para pelanggan betah menunggu sampai hampir satu jam sambil sesekali
tersenyum mengamati aksi si Mamat.
Komitmen Si Mamat dalam menjaga kualitas patut diacungi jempol.
Meski tiap malam nasi gorengnya hampir dapat dipastikan habis terjual, ia
sama sekali tidak mau mengubah komposisi yang memungkinkannya meraup keuntungan
yang lebih besar. Dari dulu hingga kini, setiap porsi pasti diberi satu telor
dadar atau ceplok (tergantung selera pembeli) full yang dimasak satu
persatu. Tidak pernah Mamat membagi
2 telor untuk tiga porsi.
Si Mamat memberi kita
terutama pengusaha maupun anda yang memiliki kekuasaan yang besar dan menentukan
dalam perusahaan- suatu teladan yang berharga yaitu ternyata perang harga
bukan cara yang jitu untuk memenangkan persaingan tetapi kemampuan untuk tampil
beda di area lain seperti kualitas dan secondary services.
Mamat memiliki keduanya, bagaimana dengan anda?
Masihkah anda akan main banting suku premi seenaknya karena pesaing
menawarkan harga lebih murah tanpa khawatir justru anda yang akan terbanting dan
mati konyol? (ReInfokus Team)
[ back to main ]
|