DISKUSI KERUSUHAN DENPASAR 

Sejak "Mei Kelabu" di tahun 1998, telinga kita menjadi sangat akrab dengan kata-kata kerusuhan. Layaknya pertandingan-pertandingan sebuah liga sepak bola, kerusuhan berlangsung sepanjang tahun dari kota ke kota.

Kerusuhan terkini dan cukup menyedot perhatian adalah Peristiwa Denpasar yang meledak mengiringi kegagalan Megawati meraih kursi Presiden pada Sidang Umum MPR, Oktober 1999. Sesungguhnya pada saat dan oleh sebab yang sama terjadi pula kerusuhan di Solo dan sekitarnya.

Perhatian serius ditunjukkan oleh ReINDO dengan mengadakan Diskusi membahas Kerusuhan Denpasar dalam kaitannya dengan Endorsemen 4.1A dan 4.1B dari Polis Standar Kebakaran Indonesia. Diskusi yang dibuka dan dipandu langsung oleh Direktur Utama ReINDO, B. Munir Sjamsoeddin, dilaksanakan pada tanggal 13 Desember 1999 di Ruang Serba Guna, Gedung ReINDO.

Diskusi ini berlangsung hangat dan menarik karena mengadirkan nara sumber yang sangat berkompeten yaitu Bona R. Pandiangan, Dipl.Ins.,ICAP (Chairman PT. Bahtera Arthaguna Parama) yang sempat menyaksikan langsung pada saat kejadian serta dua orang anggota Panitia Peninjauan Kembali Endorsemen 4.1 PSKI yaitu Frans Lamury dan Arizal RE memberi gambaran deskriptif tentang apa yang sebenarnya terjadi di Pulau Dewata ketika pecahnya kerusuhan sementara Frans dan Rizal memaparkan asal usul terbitnya endorsemen 4.1A dan 4.1B.

Diskusi ini akhirnya mengerucut kearah apakah Kerusuhan Denpasar dapat dicover oleh endorsemen 4.1A atau 4.1B. Memang tidak ada kesimpulan tentang hal ini karena sejak semula diskusi dimaksudkan untuk memahami bagaimana cara memakai endorsemen ini dalam menghadapi risiko-risiko sejenis bukan pada penilaian terhadap kerusuhan itu sendiri. Penilaian diserahkan sepenuhnya kepada perusahaan-perusahaan asuransi.

B. Munir Sjamsoeddin menegaskan pula bahwa diskusi ini bukan untuk menyamakan pendapat tentang Kerusuhan Denpasar atau mempengaruhi pemikiran perusahaan-perusahaan asuransi tetapi lebih pada penggalian pemikiran baru untuk menyempurnakan endorsemen tersebut. (ReInfokus Team)

[ back to main ]