|
10 MENIT MENCAPAI
PENYELESAIAN KLAIM YANG EFEKTIF
Tahap paling penting
dalam menangani klaim properti adalah kontak pertama dengan
tertanggung. Jika tahap ini sudah berjalan dengan baik maka
proses berikutnya akan memberikan hasil yang memuaskan bagi
adjuster maupun tertanggung.
Berikut ini adalah saran-saran yang layak
anda perhatikan ketika menerima telepon dari tertanggung yang
melaporkan terjadinya kerugian. Meski terlihat mendasar dan
sederhana, namun sering diabaikan, padahal dapat mencegah
timbulnya problem-problem yang biasa terjadi dalam suatu
penyelesaian klaim.
1. Tenangkan tertanggung
Kerugian yang diderita merupakan sesuatu
yang menyakitkan bagi tertanggung karena segala usaha, uang
dan kebanggaan hasil kerja keras mereka lenyap dalam sekejap.
Oleh karena itu kita harus berempati terhadap penderitaan
tertanggung; katakan bahwa kita mengerti keadaan mereka saat
ini dan akan berusaha membantu semampu kita. Tekankan juga
bahwa kita membutuhkan kerjasama mereka.
2. Jelaskan prosedur penyelesaian klaim
Tertanggung umumnya tidak memperhatikan
prosedur penanganan klaim; jadi kita harus menjelaskannya
berikut alasan mengapa langkah tersebut perlu dilkukan.
Adalah sangat penting untuk menjelaskan
kepada mereka resiko-resiko, limit dan item-item yang dijamin
polis. Dengan demikian tertanggung akan mengetahui apa yang
dapat mereka harapkan dari penyelesaian klaim.
Pecah proses menjadi beberapa bagian agar
mudah dipahami oleh tertanggung yang sedang panik. Misalnya
apa yang harus dilakukan sebelum, pada saat dan setelah
inspeksi; serta apa yang harus dilakukan setelah klaim dibayar.
Jelaskan pula bahwa tugas adjuster adalah
menentukan penjaminan dan meneliti nilai kerugian, bukan
memperbaiki item-item yang rusak.
3. Cari tahu apa yang terjadi
Sebaiknya kita menanyakan pertanyaaan yang
spesifik untuk menghindari percakapan yang tidak perlu,
misalnya jangan tanyakan "Dimana kebocoran pipa terjadi?"
tetapi tanyakan "Di ruang apa kebocoran pipa terjadi?" dan
kita akan mendapatkan jawaban yang akurat.
4. Cari tahu barang apa saja yang mengalami kerusakan
Beritahu tertanggung perbedaan antara
item-item rumah (dwelling), isi (content),
dan perlengkapan struktur dan lain-lain karena akan
mempermudah dan mempercepat pendataan barang-barang yang
mengalami kerusakan. Katakan bahwa pendataan kerugian adalah
tugas mereka sesuai dengan ketentuan yang tertera pada polis.
Disamping itu mereka akan lebih mengenal barang-barang milik
mereka sendiri dari pada adjuster.
5. Apa ada pihak ketiga yang terlibat
Tanyakan kepada tertanggung apakah kerugian
disebabkan oleh kesalahan orang lain. Dengan menanyakan
informasi tersebut maka proses subrogasi dapat segera
dilaksanakan karena biasanya memakan waktu relatif lama bahkan
kadang harus menunggu disposisi dari tertanggung.
6. Beritahukan Tugas Tertanggung
Beritahu tertanggung kewajiban mereka dalam
penanganan klaim guna mengurangi praduga keliru dari
tertanggung terhadap perusahaan asuransi dan menghindari
kemungkinan tertanggung berkata "Saya tidak pernah diberitahu
!".
Pertama, tertanggung harus diingatkan untuk mengambil
langkah-langkah yang perlu untuk mencegah kerusakan lebih
lanjut, misalnya menutup langkah-langkah yang perlu untuk
mencegah kerusakan lebih lanjut, misalnya menutup kebocoran
pipa .
Kedua,
tertanggung harus berusaha mengurangi kerusakan, misalnya
memindahkan barang-barang dari genangan air, memisahkan barang
yang rusak dengan yang tidak rusak.
Ketiga, tertanggung harus mengizinkan
inspeksi terhadap barang-barang yang mengalami kerugian dan
harus menjaga kondisi barang sampai adjuster melaksanakan
penelitian.
Keempat, tertanggung harus membuktikan
seluruh aspek dari klaim yang diajukannya.
Terakhir tertanggung harus mendukung upaya
subrogasi.
Bila tertanggung mengeluh bahwa terlalu
banyak yang harus ia lakukan, maka jawablah bahwa kita
memahaminya tetapi ini penting agar proses penyelesaian dapat
berjalan lebih cepat dan mulus.
7.
Beritahu tertanggung untuk melakukan estimasi
Mintalah semua kwitansi atau estimasi
termasuk deskripsi barang yang mengalami kerusakan, dimana
barang tersebut ditempatkan, apa saja yang telah dilakukan
terhadap barang-barang tersebut (perbaikan atau pembersihan)
dan bagaimana harga itu dikalkulasi (waktu pembelian, bahan,
harga per unit). Data-data ini sangat membantu dalam melakukan
verifikasi atas usia dan nilai.
8.Berikan Nama dan Nomor Telepon Kita
Tertanggung akan
merasa lebih tenang jika ada seseorang yang selalu bersedia
memberikan pertolongan. Tidak cukup bagi tertanggung hanya
mengetahui nomor telepon Customer Service. Kita seharusnya
memberitahukan nama dan nomor telepon agar mereka dapat
menghubungi bila diperlukan.
9.Longgarkan Perkiraan Waktu Penyelesaian
Sebaiknya kita
melonggarkan perkiraan waktu penyelesaian klaim untuk
menghindari timbulnya kekecewaan pihak tertanggung apabila
waktu penyelesaian yang telah kita janjikan tidak terpenuhi.
Disamping itu janganlah buat komitmen
sebelum kita dapat memastikan penyebab kerugian, jaminannya
dan detail kerugian.
10.Dokumentasikan
semua detail yang telah dilakukan
Sebaiknya
kita mencatat tanggal dan waktu semua percakapan dan nama-nama
orang yang kita ajak bicara. Catat apa yang mereka katakan dan
apa yang kita katakan kepada mereka karena kita tidak mungkin
mengharapkan tertanggung akan mau menulis percakapan tersebut.
Disamping itu pencatatan yang kita lakukan dapat dijadikan
pendukung jika terjadi perselisihan.
(Yusas/Claims
Magazine)
[
back to home ] |