PUTAR DUIT ALA ASURANSI
Tanpa mengesampingkan "prudent
udnderwriting", perusahaan asuransi akan selalu berusaha memaksimalkan hasil
underwritingnya. Dana yang terkumpul kemudian diinvestasikan dengan harapan memperoleh
hasil investasi yang optimal.
Di Eropa, para raksasa asuransi
berusaha untuk menjadi lebih profesioanal di bidang investasi dengan mengakuisisi
investment bank. Misalnya Swiss Re yang mengakuisi Fox Pitt (Inggris) bulan desember 1998
yang lalu. Demi pengumpulan dana untuk investasi, perusahaan-perusahaan asuransi di
Amerika Serikat berani mengambil bisnis yang memiliki loss ration lebih dari 70% dan
mereka biasa beroperasi dengan combined ratio lebih dari 100%.
Yang akan dibahas sekarang bukanlah
perilaku para raksasa asuransi dari negara-negara maju dalam berinvestasi melainkan
perilaku beberapa pedagang kelas menengah (mungkin dulunya pedagang kecil) di negeri ini
dalam berinvestasi. Ini bukanlah metode dagang yang baru, tapi mungkin banyak diantara
kita yang belum menyadarinya.
Jika ada pedagang spare part yang mampu
menekan harga jualnya, bisa jadi yang dijual adalah barang bekas. Jika ada pedagang buku
yang menjual bukunya lebih murah dari harga pasar, mungkin yang dijualnya adalah buku
bekas atau produk cacat. Bagaimana bila pedagang menjual barang baru dengan harga lebih
murah? Bagaimana mungkin mereka berani menekan harga dan tetap memperoleh untung ?
Para pedagang spare part di pasar X
memperoleh barang dagangannya dari para pemasok dengan harga standar - harga yang sama
yang harus dibayar oleh pedagang pasar lain. Pedagang pasar X ini melakukan pembayaran
secara kredit dan menjual produknya dengan margin keuntungan yang lebih rendah dari margin
keuntungan pedagang pasar lain. Yang penting arus kas masuk lancar (karena berani jual
murah). Mereka berani membentuk suatu sindikat (atau pool) untuk mengumpulkan dana yang
mereka mereka peroleh dan menginvestasikan dana yang mereka peroleh ke berbagai sarana
investasi jangka pendek, misalnya deposito atau saham.
Saat hutang jatuh tempo, deposito
dicairkan atau saham dijual, hasilnya harus bisa menutup segala biaya yang telah keluar
dan memberi keuntungan tambahan yang besar.
Cara berdagang ini mirip sekali dengan
cara perusahaan asuransi (di negara maju) mencari laba. Perusahaan asuransi tersebut
berani menerima bisnis yang risikonya besar sementara para pedagang berani menerima bisnis
dengan harga lebih murah. Mereka sama-sama berinvestasi dan kompensasi bagi risiko yang
besar (perusahaan asuransi) atau margin keuntungan yang kecil (para pedagang) adalah hasil
investasi yang besar.
Sekali lagi, ini bukan cara yang baru,
tapi banyak yang belum tahu. Setelah tahu, siapa mau mencoba ?
(anot/berbagai sumber)