"Sitting Bull merupakan panutan
yang memiliki ciri dan watak kepemimpinan heroik. Dengan mempelajari sifat dan gaya
kepemim-pinannya, kita dapat menemukan kriteria yang esensial dan standar kerja yang dapat
kita gunakan untuk memilih dan menilai para pemimpin yang saat ini tampil di pentas
politik maupun bisnis," ungkap Murphy.
Pemikir strategi perang berikut para
tokoh yang menjadi pemenang dalam sebuah peperangan yang tanpa mereka minta dijuluki
pahlawan memang merupakan sumber ilham yang tak pernah kering. Ada semacam kerinduan
kepada masa lampau yang diharapkan memberi jawaban atas kebutuhan masa kini, terutama di
bidang kepemimpinan yang dapat dijadikan suri teladan.
Seorang pengusaha sukses di Amerika,
Emmett C. Murphy berpendapat bahwa pada saat Amerika akan memasuki abad ke-21, Paman Sam
memerlukan kejeniusan Sitting Bull. Pemimpin besar dan kepala suku Hunkpapa Sioux Indian
ini memiliki keberanian, komitmen dan kewaskitaan, "Yang nyaris tak ditemui lagi
dalam dunia bisnis, politik dan kehidupan sehari-hari di Amerika," katanya, dengan
nada sedikit me-ngeluh.
Dalam pertempuran habis-habisan di Little
Bighorn pada 25 Juni 1876, pasukan kavaleri Amerika dihancurkan oleh suku Indian yang
antara lain dipimpin Sitting Bull. Pertempuran tersebut tercatat sebagai kekalahan paling
memalukan yang pernah dialami pasukan Amerika. Dari peristiwa pahit itu, tercatat bahwa
kini, lebih dari 100 tahun kemudian, kekuatan ekonomi dan sosial Amerika telah mendekati
titik berbahaya yang dapat berarti suatu penghinaan seperti kekalahan total di Little
Bighorn yang memalukan itu.
Jenderal George Custer yang dijuluki
"Pahlawan dari Perang Saudara Amerika", ternyata sangat haus kekuasaan yang
hanya menuruti nafsu dan ambisi pribadi, tanpa memperhatikan akal sehat dan pertimbangan
orang lain. Untuk itu dia harus membayar dengan nyawanya dan seluruh anggota pasukan yang
dipimpinnya. Apa yang dilakukan oleh Jenderal Custer itu mirip dengan tindakan Michael R.
Milken dengan "taktik" junk bonds yang telah menyeret Drexel Burnham Lambert ke
jurang kebangkrutan, serta merugikan ribuan investor perorangan dan para pembayar pajak
Amerika lainnya.
Sikap dan gaya kepemimpinan Custer sangat
berbeda dari Sitting Bull. Karena itu sesepuh suku Hunkpapa Sioux ini layak diteladani.
"Sitting Bull" merupakan panutan yang memiliki ciri dan watak kepemimpinan
heroik. Dengan mempelajari sifat dan gaya kepemimpinannya, kita dapat menemukan kriteria
yang esensial dan standar kerja yang dapat kita gunakan untuk memilih dan menilai para
pemimpin yang saat ini tampil di pentas politik maupun bisnis," ungkap Murphy.
Murphy merinci ke-13 strategi heroik
untuk para pemimpin bisnis sebagai berikut :
- Ciptakan komitmen.
- Ciptakan kepercayaan.
- Tingkatkan kekuatan.
- Hayati pengalaman mereka yang Anda pimpin.
- Jadilah seorang "juru sembuh".
- Lakukan komunikasi dengan berbagai
lapisan.
- Berpikir secara strategis.
- Berikan respek kepada pesaing Anda.
- Definisikan kembali aturan pertempuran.
- Pahami benar medan yang dihadapi.
- Susun kembali kekuatan Anda.
- Sambut dan kelola krisis yang timbul.
- Lakukan evaluasi hasil-hasil.
(MA-MT3/The Genius of Sitting Bull, -
Emmet C.Murphy)