SUDAH BAIKKAH MANAJEMEN INTELEKTUAL PERUSAHAAN ANDA ?

David H. Smith, Head of Knowledge Development pada Unilever, berpendapat bahwa ada sembilan tanda-tanda suatu perusahaan memiliki manajemen sumber daya intelektual yang buruk, yaitu :

1. Mengulangi kesalahan.Sebagian besar individu ataupun perusahaan berusaha menyembunyikan kesalahannya (dari atasan, pelanggan, ataupun pesaing) karena takut dipermalukan. Hal ini justru menghilangkan kesempatan mereka untuk belajar dari koreksi yang diberikan orang lain. Sebenarnya, cara terbaik untuk menghindari terulangnya kesalahan adalah mempelajari kesalahan tersebut dengan tekun, setekun anda belajar dari suatu keberhasilan.

2. Melakukan duplikasi pekerjaan. Contoh klasik untuk permasalahan ini adalah penjual memeriksa barang sebelum dikapalkan, lalu pelanggan melakukan hal yang sama setelah menerima barang tersebut. Pengecekan berulang ini tentu akan merugikan bila dilakukan dalam suatu perusahaan. Biasanya masalah ini terjadi karena adanya saling ketidakpercayaan antar orang-orang yang terlibat atau bisa pula sebagai akibat mereka tidak mengerti apa yang diharapkan oleh masing-masing pihak.

3. Hubungan yang buruk dengan pelanggan. Permasalahannya bisa jadi ada pada komunikasi, pelayananan atau perhatian kepada pelanggan anda.

4. Tidak terjadi transfer ide-ide cemerlang antar unit atau departemen. Inilah permasalahan intelektualitas yang umum terjadi.

5. Berkompetisi dalam harga.Memberikan harga yang rendah terhadap produk Anda, bukan suatu solusi yang tepat. Yang benar adalah pelajari kostumer Anda dengan lebih jeli, maka Anda akan tetap mampu membuat margin bagi keuntungan perusahaan Anda.

6. Tidak mampu bersaing dengan market leader. Kadang-kadang suatu perusahaan menjadi pemenang karena mereka memiliki sesuatu yang anda tidak punya. Janganlah buru-buru melempar kesalahan sebelum menjawab pertanyaan "apa yang mereka ketahui, tetapi tidak kita ketahui".

7. Terlalu mengandalkan pada individu tertentu. Suatu perusahaan terkadang sangat bergantung pada kemampuan individu tertentu, sehingga tanpa mereka, roda perusahaan tidak berjalan lancar. Kesalahan ini mungkin bukan terletak pada individu kunci tersebut. Seringkali justru staff lain tidak mempunyai keinginan atau kemauan sebagaimana individu tersebut.

8. Terlalu lamban dalam meluncurkan produk-produk baru atau dalam memasuki pasar baru.

9. Tidak tahu bagaimana memberi harga terhadap pelayanan. Hal ini suatu pertanda bahwa anda tidak mengerti sepenuhnya apa yang pelanggan butuhkan dari pelayanan anda. (del/Fortune)


 

[ back to main ]