La nina ! Jakarta, Siapkah Menghadapinya?
Tak
dapat dipungkiri lagi gejala La Nina telah muncul di berbagai kawasan
dunia termasuk Indonesia. Simak saja beberapa bencana banjir, tanah longsor
dan angin topan di Korea, Jepang, RRC, juga Kalimantan.
Lalu
apakah La Nina itu sebenarnya? Dalam bahasa latin La Nina berarti
"gadis cilik". Namun, dalam istilah gejala alam, La Nina merupakan
suatu kondisi dimana terjadi penurunan suhu muka laut di kawasan Timur
equator di Lautan Pasifik. Gejalanya merupakan kebalikan dari El Nino.
Keadaan ini menimbulkan tiupan angin pasat yang kencang dari kawasan tersebut
yang bisa mengacaukan secara serius siklus cuaca, yakni meningkatnya curah
hujan yang disertai dengan badai.
Banyak
pakar memprediksikan bahwa Jakarta akan tergenang saat La Nina mencapai
klimaksnya di awal tahun depan. Oleh karena itu, kawasan yang perlu ditanggapi
serius adalah Bogor, Tangerang dan Bekasi, yang merupakan hulu bagi 13
sungai yag mengalir di Jakarta.
Dalam
mengantisipasinya, Departemen PU telah membentuk Satgas La Nina
yang bertugas untuk terjun langsung ke lapangan untuk mempersiapkan tanggul,
bendungan maupun drainase kota. Namun sampai sejauh manakah usaha yang
telah dilakukan mereka ?
Faktanya
kalau kita lihat kondisi sungai-sungai yang mengalir di Jakarta masih belum
berubah. Sampah, endapan maupun permukiman kumuh yang bertengger di pinggir
kali, seperti: Kali Ciliwung, Kali Sunter dan Kali Cipinang, masih terlihat.
Padahal,
Jabotabek adalah areal yang sangat penting, dimana berdiri ribuan bangunan
dan instansi penting, yang bilamana terjadi kerusakan fisik yang besar
dapat menimbulkamn kerugian ekonomi bagi negara.
Tampaknya
kini saatnya bagi para pelaku asuransi mengambil peran penting dengan memberikan
informasi dan rekomendasi ulang pada tertanggung untuk mengurangi risiko
akibat banjir bagi pertanggungan yang sedang "on risk". Demikian pula informasi
atas besarnya nilai kerugian katastrop yang mungkin terjadi maupun besarnya
dana yang harus disediakan suatu industri dalam menghadapi bahaya La
Nina ini.
Kita
sangat menyadari, suasana akan makin menyuram bila ditengah usaha pemulihan
ekonomi yang masih belum meyakinkan, kita harus melihat akibat La Nina.
Bagaimanapun, siap atau tidak, Jakarta tetap dihantui banjir. Disinilah
diperlukan kebersamaan kita bersama semua lapisan masyarakat untuk memantau
terus perkembangan La Nina.(Bagas/Kompas-
Republika-Pikiran Rakyat)
[ back to main
]