|
Industri asuransi jiwa di
Indonesia dan jepang
|
Sekarang ini hampir semua Perusahaan Asuransi Jiwa kita telah
mengalami “rush”. Menurut pe-ngakuan beberapa eksekutip, jumlah nilai tunai yang
dibayar selama bulan Januari dan Februari 1998, sudah melebihi jumlah pembayaran
rata-rata pertahun, dimasa sebelum krisis. Tidak mustahil “rush” terhadap
Perusahaan Asuransi Jiwa akan berkelanjutan; apalagi kalau tingkat suku bunga
deposito bank tetap bertahan pada tingkat yang begitu tinggi seperti sekarang
ini. Rush bisa pula dilakukan oleh para Pemegang Polis Rupiah.
Selengkapnya |
| |
|
Beberapa nasihat praktis untuk
para underwriter reasuransi
|
|
Beberapa petunjuk praktis
telah dipresentasikan oleh Bill Rigby, seorang underwriter dari
London, untuk para rasuradur, sebagai strategi dalam menghadapi
bisnis-bisnis renewal
Selengkapnya
|
|
|
|
El nino ,
krismon atawa kesengajaan
|
|
El Nino menyebabkan klaim kebakaran meningkat? Bagaimana ini
bisa terjadi? Kemarau panjang yang terjadi saat ini tidak lepas dari sepak
terjang ‘El Nino’. Dampaknya bukan hanya kekeringan yang terjadi di semua sudut
negeri juga termasuk kebakaran. Dimana hutan jadi salah satu objek. Selain itu
perumahan juga tidak sedikit. Dalam konteks asuransi kebakaran, hanya rumah,
gedung, gudang, dan materi yang berhubungan dengan hal-hal tersebut, menjadi
sasaran.
Selengkapnya
|
|
|
|
Etika konsumen dalam reasuransi
Jiwa |
|
Seringkali kita mendengar
adanya agen asu-ransi jiwa yang melanggar kode etik didalam
berbisnis, namun bagaimana dengan konsumen asuransi jiwa sendiri?
Bukan hal baru lagi bahwa seseorang yang sebenarnya telah
mengetahui dirinya mengidap penyakit kronis (misalnya AIDS)
berusaha membeli polis sebanyak-banyaknya (stacking the policy)
dengan memberikan data-data palsu pada saat pengisian aplikasi.
Tujuannya agar tetap mendapatkan ganti rugi asuransi. Memang
terkadang itikad buruk dari klien tersebut dapat disebabkan oleh
do-rongan agen asuransinya.
Selengkapnya
|
| |
|
Inovasi dalam produk asuransi
|
|
Memasuki abad
ke-21 persaingan bisnis, khususnya di bidang asuransi, akan
semakin ketat. Selain efisiensi dan persiapan human resources
yang kuat dan mantap, perusahaan harus pula mampu berkreasi dan
berinovasi.
Selengkapnya
|
|
|
|
Kita berhemat tapi tetap produktif |
|
K risis
keuangan yang berkepanjangan telah me-nempatkan hampir semua
perusahaan dalam posisi serba sulit. Depresiasi yang mencapai
hampir 400% berarti tambahan beban bagi perusahaan yang
mempunyai utang dalam valuta asing. Bahkan, depresiasi ini
membuat banyak perusahaan mempunyai utang yang lebih besar
dibanding aset-nya.
Selengkapnya
|
|
|
|
Korelasi antara klaim
kendaraan bermotor dan Zodiak Pengemudi
|
|
Adakah hubungan
antara kendaraan bermotor dan zodiak pengendaranya? Menurut
“Touchline”, klaim pada asuransi kendaraan bermotor ternyata
berkorelasi erat dengan tanggal kelahiran pengemudinya. Korelasi
ini ditemukan melalui analisa selama lebih dari 5 tahun pada
90.000 kasus klaim.
Selengkapnya
|
|
|
|
Krisis moneter dan investasi yang
aman
|
Perusahaan-perusahaan
asuransi dipastikan mengalami koreksi pendapatan akibat krisis
moneter yang terjadi sejak beberapa bulan terakhir. Karenanya,
keuntungan yang akan diperoleh perusahaan jasa ini juga akan
menurun. Alasan penurunan pendapatan perusahaan-perusahaan
asuransi itu karena kini banyak pemegang polis yang menunda
perpanj-angan atau memperkecil nilai preminya karena mereka
mengalami kesulitan likuiditas. Hanya saja, besarnya penurunan
itu baru terlihat pada kuartal pertama tahun ini. Selengkapnya |
|
|
|
Memelihara kerjasama yang baik
antara agen asuransi dan underwriter
|
Keberhasilan seorang agen asuransi banyak ditentukan oleh
kekuatan hubungan kerja mereka de-ngan para underwriter.
Pengetahuan teknis memang tetap merupakan hal yang penting,
namun kemampuan berinterkasi antara agen dan underwriter
merupakan kunci keberhasilan suatu bisnis
Selengkapnya |
|
|
|
Strategi aliansi sebagai
suatu alternatif |
|
K risis ekonomi yang
terjadi sekarang ini sebaiknya tidak dijadikan sebagai alasan
penurunan operasi bisnis perusahaan. Upaya secara intensif dan
ekstensif guna mencari alternatif pemecahan terbaik dalam
menjalankan aktivitas perusahaan harus terus dilakukan.
Selengkapnya
|
|
|
|
|
| |
|
[
Back to Edisi 1999 ] |