risis
keuangan yang berkepanjangan telah me-nempatkan hampir semua
perusahaan dalam posisi serba sulit. Depresiasi yang mencapai
hampir 400% berarti tambahan beban bagi perusahaan yang
mempunyai utang dalam valuta asing. Bahkan, depresiasi ini
membuat banyak perusahaan mempunyai utang yang lebih besar
dibanding aset-nya.
Masalah yang kini
dihadapai perusahaan Indonesia menyangkut masalah makro ekonomi,
sehingga sulit bagi mereka untuk menyelesaikannya sendiri.
Masalah kebijakan mengenai likuiditas rupiah dan nilai tukarnya
di luar kendali pasar perusahaan.
Menghadpi kondisi seperti
itu Nyoman Marpa, Direktur Pengelola Alpha Beta Consulting,
menganjurkan perusahaan agar meninjau ulang semua proses
produksi dan melakukan konsolidasi untuk melihat poin mana yang
bisa dipertahankan, mana yang perlu dipangkas dan mana yang
tidak bisa diperbaiki.
Langkah lain yang bisa
dilakukan perusahaan dalam menyiasati krisis adalah:
1. Menjaga likuiditas.
Working Capital dan sumber bahan baku dijaga agar bisa
terus berproduksi, dan sebaliknya perusahaan juga mencari pasar
baru untuk produknya, kalau bisa di pasar ekspor.
2. Memperkuat struktur
keuangan. Bagi perusahaan yang sudah go publik, bisa dengan
menerbitkan right issue. Bagi perusahaan non public bisa
dengan go public. Bila masalahnya ada pada modal kerja di
tengah langkanya kredit perbankan, perusahaan tinggal mencari
alternatif pendanaan, seperti modal ventura, sekuritisasi aset
atau mencari investor strategis.
3. Proyek baru atau
investasi jangka panjang sebaiknya dikesampingkan dulu.
Investasi yang bisa memberi hasil dalam jangka pendek segera
dilakukan.
4. Meningkatkan
produktivitas aset. Aset perusahaan yang kurang produkrif
bisa dijual, atau dengan merelokasi karyawan ke divisi yang
masih tumbuh agar produktivitas mereka terjaga.
5. Menghemat dan
meningkatkan efisiensi. Dengan asumsi bahwa krisis keuangan
masih berlangsung lama, maka dapat dilakukan efisiensi pada
biaya-biaya khusus seperti biaya listrik, telepon, dan
mengurangi jam kerja.
6. Menggalang
kekompakan karyawan. Misalnya dengan mengurangi gaji direksi
dan menaikkan gaji karyawan operasional.