Indonesia Re serius kejar impian menuju perusahaan berkelas dunia

Jakarta - Indonesia Re semakin serius untuk mengejar impiannya menjadi perusahaan berkelas dunia di tahun 2020 dengan target menjadi nomor satu di kawasan ASEAN. Caranya adalah dengan terus mengembangkan kapasitas perusahaan dan melakukan inovasi baru dalam memberikan layanan kepada ceding company yang menjadi klien Indonesia Re selama ini.

Presiden Direktur Indonesia Re Frans Y. Sahusilawane dalam acara buka puasa bersama relasi mengatakan, dengan semangat Ramadhan, Indonesia Re ingin berubah menjadi lebih baik lagi. Perusahaan ingin terus meningkatkan prestasi setelah tiga tahun berturut-turut berkontrobusi  menurunkan defisit neraca pembayaran. 

"Tahun 2016 defisit neraca pembayaran telah turun menjadi sebesar USD 689 juta, dari posisi sebelumnya tahun  2015 sebesar USD 888 juta, dan di tahun 2014 sekitar USD 1,03 miliar," katanya saat memberikan sambutan berbuka puasa bersama di hadapan para relasi bisnis Indonesia Re, di Jakarta, Kamis (9/6).

Menurutnya, Indonesia Re akan terus mengejar pertumbuhan premi reasuransi dan segera bertransformasi menjadi perusahaan berkelas dunia. Karena itu peningkatan kualitas pelayanan terus dilakukan demi kepuasan para ceding company. "Kita ingin menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Karena itu kami berusaha mendorong perusahaan asuransi untuk terus melakukan penempatan di dalam negeri," katanya. 

Frans mengatakan, selama ini perkembangan reasuransi sudah mengalami perbaikan yang signifikan. Namun demikian masih belum optimal karena banyak perusahaan asuransi yang menempatkan risiko reasuransi mereka di luar negeri. 

"Untuk itu kami akan terus meningkatkan penempatan premi di dalam negeri sehingga defisit bisa turun sampai 20 persen. Bila itu tercapai maka merupakan suatu pencapaian yang sangat signifikan," katanya. 

Layanan yang diberikan Indonesia Re, tambah Frans, sudah semakin baik bahkan lebih baik dari layanan yang pernah diberikan oleh perusahaan reasuransi luar negeri. "Kalau mereka bisa memberikan servis lebih baik kenapa kita tidak bisa melakukannya?" katanya. 

Ditemui di kesempatan yang sama, Direktur Utama Asuransi Jiwasraya Hendrisman Rahim mengatakan, impian Indonesia Re menjadi perusahaan berkelas dunia tampaknya bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan. Pasalnya perusahaan BUMN tersebut sudah menjadi yang terbesar di sektor industri reasuransi Indonesia. 

"Sekarang kita bangga sudah memiliki BUMN reasuransi yang besar dengan kapasitas yang besar. Indonesia Re sudah memberikan kontribusi yang besar terhadap pengurangan defisit ke luar negeri," katanya. 

Ceding company Indonesia Re lainnya, BNI Life, mengaku jika selama ini layanan yang diberikan oleh Indonesia Re sudah sangat bagus. "Indonesia Re sangat responsif dan cepat dalam memberikan layanan fakultatif dan sangat kooperatif," kata Underwriter BNI Life Fajar Edi Hutomo saat ditemui di acara buka bersama tersebut. 

Ke depan, Fajar berharap, Indonesia Re memiliki kapasitas teknologi yang semakin unggul. "Saat ini sudah bagus karena mereka punya teknologi yang dapat membantu proses underwriting secara online," katanya. 

Acara buka puasa bersama relasi tersebut dihadiri sekitar 800 klien ceding company Indonesia Re. Mereka berasal dari perusahaan asuransi jiwa, asuransi umum, dan asuransi syariah, diantaranya adalah BNI life, Panin Daichi Life, Asuransi Jiwasraya, Prudential Life, Manulife, Jasindo, TPI, dan Asuransi Cigna turut hadir dalam acara ini. Selain itu, juga hadir sejumlah perusahaan reasuransi seperti Swiss Re , Munich Re, dan Willys Re.

Selain berbuka puasa bersama, para undangan dihibur dengan penampilan Band Gigi. Mereka menyanyikan kurang lebih 10 lagu yang pernah hits di era tahun 90an.

Berita & Terbaru

Kirim Pesan

Your message was successfully sent!