Butuh Kemampuan Sophisticated untuk Menerapkan Layanan NES

Jakarta- Demi meningkatkan kepuasan ceding companies sebagai klien nya, Indonesia Re sangat mengutamakan layanan New Excellence Service (NES) yang cepat sambil tetap memperhitungkan faktor risiko yang ada. Karena itu butuh kemampuan yang sophisticated.

Kepala Divisi Marketing dan Administrasi Indonesia Re, Arie Surya, mengatakan di era persaingan terbuka saat ini, perusahaan reasuransi harus bisa memaksimalkan pelayanan yang diberikan kepada nasabahnya. Dan tentunya untuk memberikan layanan tersebut butuh kemampuan yang prima dan mumpuni.  

"Indonesia Re harus memberikan layanan yang cepat dan tetap harus mempertimbangkan faktor risiko dari asuransi itu sendiri agar jangan sampai menimbulkan fraud atau cacat dalam administrasi yang bisa berdampak panjang bagi perusahaan," katanya.

Jadi, tambah Arie, harus cermat dan menerapkan prinsip prudent dalam memberikan akseptasi bisnis kepada ceding company. Disamping itu juga, ceding company tidak boleh menunggu terlalu lama sebab mereka bisa menempatkan risikonya di luar negeri. 

"Salah satu penerapan layanan NES adalah pembayaran klaim selama 10 hari setelah konfirmasi atau lebih cepat 20 hari dari ketentuan yang berlaku," katanya. 

Selain itu, dalam pelayanan konfirmasi akseptasi, Indonesia Re hanya memiliki waktu 1x24 jam untuk risiko kompleks. "Dalam waktu sehari itu, kami harus bisa memutuskan secara cepat apakah mengaksep penawaran bisnis atau tidak dari ceding companies. Dalam 1x24 jam kami harus dengan tepat melihat tingkat risiko, akumulasi, spreading risk dan penerapan probability maximum loss. Pada sisi pelayanan konfirmasi klaim, bahkan kami tidak diperkenankan untuk banyak bertanya sehingga kami hanya bisa mengajukan maksimal dua pertanyaan yang sifatnya sangat esensial kepada nasabah," katanya. 

Dengan menerapkan layanan NES, Arie optimis jumlah pembayaran premi akan terus meningkat, seiring juga dengan pembayaran klaim. "Pada kuartal I tahun 2015 kami sudah mengeluarkan pembayaran klaim sebesar Rp 34 miliar. Jumlah tersebut meningkat di tahun 2016 sebesar Rp 86 miliar," katanya. 

Akibat peningkatan pembayaran klaim, tambah Arie,  membuat cash flow perusahaan sempat terganggu. Tapi untungnya hal itu tidak berlangsung lama sebab para ceding company tetap tepat waktu dalam menyetor pembayaran preminya kepada Indonesia Re.

Berita & Terbaru

Kirim Pesan

Your message was successfully sent!